KAMIS, 25 AGUSTUS 2016

MALANG --- Selama ini sebenarnya cukup banyak produk-produk teknologi hasil penelitian dari para peneliti di Indonesia. Namun begitu, cukup disayangkan karena produk teknologi yang dihasilkan hanya berakhir di laboratorium tanpa sempat diproduksi secara masal. Hal tersebut disebutkan Ricky Elson seorang teknokrat dan pelopor mobil Nasional saat menjadi pemateri dalam acara Seminar Nasional Teknologi dan Aplikasi di Politeknik Negeri Malang, Kamis (25/8/2016).


Menurutnya, untuk menyelesaikan masalah tersebut harus di lihat dari dua sisi yaitu sisi peneliti dan sisi masyarakat. Dari sisi peneliti, ketika berhasil menghasilkan sebuah teknologi, kebanyakan peneliti yang memiliki rasa ketakutan bahwa teknologinya akan di curi orang lain. Padahal sebenarnya itu hanya perasaan mereka saja dan itu baru secuil dari tahapan untuk menjadi sebuah produk.

"Kebanyakan para peneliti tidak mau melanjutkan atau mencari panel yang mau memproduksi hasil temuannya tersebut secara masal. Sehingga hasil temuan mereka hanya berakhir di laboratorium,"ungkapnya.

Sedangkan yang kedua dari sisi masyarakat dalam hal ini termasuk investor menganggap hasil-hasil penilitian ini masih sangat dasar, sehingga mereka tidak mau membiayai. Biasanya mereka ini hanya mau membiaya yang sudah jelas-jelas bisa meberikan keuntungan.

"Jika kondisi tersebut terus berlanjut, maka Indonesia sampai akhir hayat akan seperti ini terus. Maka daripada itu, satu-satunya cara yaitu kita harus bisa merubah paradigma tersebut,"ujarnya.

Ricky juga mengatakan bahwa dirinya akan menggelar lomba kincir angin Nasional yang bukan hanya tiga hari saja tetapi sepanjang tahun. Dimana para pesertanya nanti bisa kapan saja memperbaiki kincirnya.

"Nanti setelah satu tahun, kincir angin yang bertahan dan memberikan distribusi yang terbaik, maka mereka akan kita endors untuk bisa di produksi massal,"ucapnya. 

Ia mengharapkan dengan lomba tersebut investor bisa melihat langsung penerapan dari kincir angin yang mungkin nantinya ingin mereka biayai.
[Agus Nurchaliq]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: