RABU, 17 AGUSTUS 2016

BANDUNG --- Walikota Bandung, Ridwan Kamil mengaku terus mendengarkan aspirasi warganya, tak terkecuali yang memiliki keterbatasan fisik. Diketahui, sejauh ini penyandang difabel di Kota Bandung kerap mengeluhkan, salah satunya terkait aksesbilitas ketika berada di ruang publik. Ia mengklaim Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mengupayakan kelangsungan hidup kaum difabel, agar nyaman berada di Kota Kembang. 


"Setiap trotoar dikasih guilding blok jadi intinya kita terus sempurnakan," ujar Ridwan di sela perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71, Jalan Taman Hewan, Kota Bandung, Kamis (17/8/2016).

Menurutnya, tidak akan ada kota yang benar-benar sempurna. Tapi sebagai orang nomor satu di Kota Kembang, ia tak ingin menutup mata kepada setiap aspirasi warganya.

Karena itu, Ridwan juga sudah mewanti-wanti setiap perusahaan di ranahnya harus memiliki Equal Employer Opportunity. Dimana tidak boleh ada kesenjangan terhadap kaum minoritas, dalam hal ini difabel.

"Kita sudah ada lebih dari 40 orang disabilitas bekerja dengan yang kita fasilitasi, kita juga punya Taman Inklusi, lalu forum Rehabilitasi Berbasis Masyarakat," bebernya.

Ia juga menghimbau setiap pemilik gedung wajib memperhatikan kemudahan akses bagi semua lapisan masyarakat, termasuk dari segi desain. Jika banguanan milik pemerintah jelas saja sudah ada aturannya dikala didirikan. Namun jika bangunan milik swasta pihaknya menghimbau dan memantau agar bisa diakses oleh semua lapisan masyarakat. 

"Selama yang namanya bangunan, jalan, selama manusia akan hadir di tempat itu harus inklusif harus universal desain," pungkasnya.(Rianto Nudiansyah)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: