RABU, 3 AGUSTUS 2016

YOGYAKARTA --- Pelayanan kesehatan menggunakan teknologi modern selama 24 jam, mengakibatkan tingginya pemanfaatan energi dan menghasilkan limbah dalam jumlah besar. Hal ini harus menjadi perhatian para praktisi kesehatan, terlebih di era perubahan iklim yang membuat permasalahan lingkungan semakin komplek.


Karenanya, rumah sakit memiliki peran vital dalam mengurangi dampak buruk perubahan iklim, dengan meningkatkan kesadaran dari dampak pelayanan rumah sakit terhadap lingkungan sekitar. Untuk itulah digelar Konferensi Nasional Promosi Kesehatan Rumah Sakit (Health Promoting Hospital/HPH) yang diadakan setiap dua tahun sekali. Kali ini, Konferensi Nasional HPH dilangsungkan bersamaan dengan Konferensi Rumah Sakit Sehat dan Ramah Lingkungan (Asian Conference of Global Green and Healthy Hospital/GGHH).

Sementara itu di tengah menguatnya isu penghematan energi dan kesehatan lingkungan dan perubahan iklim akibat pemanasan global, konferensi digelar pula guna membahas peranan rumah sakit dalam upaya mitigasi dampak perubahan iklim.

Menteri Kesehatan RI, Prof. DR. Nila Farid Moeloek, Sp.M (K), dalam sambutan pembukaan konferensi tersebut di Yogyakarta, Rabu (3/8/2016), menekankan pentingnya peran aktif rumah sakit dalam merespon perubahan iklim dengan menerapkan 10 Agenda Global Green and Healthy Hospital.

Konferensi Nasional HPH dan Konferensi Asia GGHH akan berlangsung selama tiga hari ke depan, diharapkan mampu menguatkan komitmen direktur rumah sakit di Indonesia dalam mewujudkan rumah sakit sehat dan ramah lingkungan berbasis promosi kesehatan rumah sakit, dan meningkatkan peran rumah sakit dalam mengatasi dampak buruk perubahan iklim. (koko)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: