KAMIS, 25 AGUSTUS 2016

JAKARTA --- Pelaksanaan persidangan lanjutan ke 14 terkait kasus perkara "Kopi Sianida" dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso kembali digelar untuk kesekian kalinya di Ruang Sidang Mr. Koesoemah Adtmaja 1, Gedung Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran Jakarta Pusat, Kamis siang (25/8/2016).

Jessica Kumala Wongso (baju putih) sedang di ruang persidangan PN Jakarta Pusat
Jaksa Penuntut Umum (JPU) kembali mengajukan beberapa saksi ahli, salah satunya adalah I Made Gelgel Wirasuta, yang belakangan diketahui sebagai Ahli Toksikologi Forensik. Sebelum bersaksi di pengadilan, Made Wirasuta terlebih dahulu disumpah sesuai dengan agama dan keyakinan yang bersangkutan.

Mede Wirasuta mengatakan "pada umumnya otak manusia atau makhluk hidup memang sangat membutuhkan oksigen dalam jumlah tertentu, kalau kurang dibawah batas normal yang ditentukan, maka orang tersebut akan mengalami pusing kepala, selain itu nafasnya juga akan terengah-engah karena tubuh berusaha keras untuk memenuhi pasokan oksigen" katanya saat bersaksi di ruang persidangan PN Jakarta Pusat, Kamis (25/8/2016).

"Menurut pendapat saya, kemungkinan I Wayan Mirna Salihin tersebut meninggal dunia diduga akibat kekurangan kadar oksigen dalam jumlah tertentu yang sangat dibutuhkan oleh I Wayan Mirna Salihin, penyebabnya karena diduga ada senyawa Potasium Sianida masuk kedalam dalam tubuh Wayan Mirna, itulah kesimpulan saya terkait salah satu penyebab kematian Wayan Mirna" katanya di ruang persidangan PN Jakarta Pusat, Kamis siang (25/8/2016).

I Made Gelgel Wirasuta (baju merah) saksi ahli Toksikologi Forensik di PN Jakarta Pusat
Made Wurasuta juga menjelaskan, bahwa senyawa yang sangat beracun seperti Potasium Sianida apabila masuk kedalam tubuh manusia atau makhluk hidup lainnya, dalam waktu cepat maka senyawa tersebut akan bereaksi dalam hitungan detik dan dipastikan bila tidak segera mendapatkan pertolongan medis, maka yang bersangkutan dipastikan akan meninggal dunia.

Potasium Sianida memang mempunyai sifat mengikat hemoglobin dalam darah, sehingga tubuh bisa dipastikan tidak dapat menerima pasokan oksigen, sehingga pernafasan tidak akan terjadi, karena sel akan bersifat asam, sedangkan Karbondioksida atau CO 2 dari hasil pembakaran akan berubah menjadi asam karbosilat, dengan demikian maka orang tersebut akan mengalami gagal nafas dan meninggal dunia.
(Eko Sulestyono)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: