RABU, 31 AGUSTUS 2016

PROBOLINGGO --- Menyambut hari jadi Kota Probolinggo ke-657, sekaligus memperingati hari kemerdekaan Indonesia ke-71, bertepatan dengan kegiatan tahunan SEMIPRO (Seminggu di Probolonggo), Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (DISPOBPAR) Kota Probolinggo menggelar Lomba Jula-juli Pelajar di halaman depan Museum Probolinggo. Acara yang di mulai pukul 08.00 WIB ini di ikuti oleh 12 peserta pelajar dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat.


"Lomba Jula Juli ini baru pertama kali di ikutsertakan dalam ajang SEMIPRO, dan Alhamdulillah meskipun baru pertama kali di lombakan sudah mendapatkan respon yang baik dari masyarakat terutama para pelajar," jelas Kepala Kebudayaan Dispobpar, Hartono kepada Cendana News, Rabu (31/8/2016). 

Imbuhnya, para pelajar mau ikut lomba Jula Juli ini saja, kami sudah bersyukur berarti mereka ada ketertarikan dengan kesenian budayanya sendiri, karena biasanya anak-anak sekolah lebih tertarik untuk menjadi anak band.

Hartono juga mengatakan untuk kriteria penilaiannya, ia serahkan sepenuhnya kepada juri yang merupakan para seniman Ludruk sehingga tidak ada intervensi, ungkapnya.


Disebutkan, Jula Juli sendiri adalah parikan khas Jawa Timur atau sejenis pantun jenaka berbahasa Jawa dan biasanya juga menjadi bagian dari kesenian Ludruk. Menurutnya, Jula Juli yang baik bukan sekedar rangkaian kata-kata lucu tetapi harus memiliki makna dan juga nasehat bagi pendengarnya.

"Untuk tema yang akan di tampilkan, saya percayakan kepada masing-masing peserta asalkan tidak ada yang mengandung SARA dan akan lebih baik lagi jika terdapat pesan maupun nasehat mengenai pendidikan," ungkapnya.

Sementara itu dengan diadakannya lomba Jula Juli ini ia berharap agar kedepannya masyarakat khususnya anak-anak muda bisa turut melestarikan dan mencintai kesenian maupun kebudayaan bangsanya sendiri.

Selain lomba Jula-juli, nanti malam juga akan ada kesenian musik mendalungan dan pada hari Jumat juga akan ada festival Jaranan Bodhag.
(Agus Nurchaliq)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: