SENIN, 22 AGUSTUS 2016

SOLO --- Ribuan orang di Solo, Jawa Tengah memecahkan rekor MURI melakukan shuttlecock juggling di Stadion Mini Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS). Kegiatan yang melibatkan para legenda bulu tangkis Indonesia itu untuk menumbuhkan minat olahraga bulutangkis, sehingga mampu mengharumkan bangsa di kancah dunia.


Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanto menjelaskan, kegiatan  kerjabareng dengan campus UNS untuk menggairahkan olahraga bulutangkis di Indonesia. Terlebih, hasil maksimal yang diperoleh dalam ajang Olimpiade RIO di Brasil yang membawa emas sangat membanggakan bangsa Indonesia. 

“Apa yang diperoleh Ahmad Tantowi dan Liliana Nastri di Rio ini bisa menjadi awal yang baik, untuk  membangitkan semangat olahraga bulutangkis di Indonesia,” ucap Isnanta kepada awak media, Senin (22/8/2016).

Disebutkan, sekitar delapan ribuan orang mengikuti kegiatan shuttlecock jugling bersama sejumlah legenda pebulutangkis Indonesia. Kemenpora sendiri sengaja menghadirkan legenda bulutangkis seperti Ricky Subagya, Haryanto Arbi, dan Luluk Hadiyanto untuk memberikan dukungan serta semangat untuk serta semangat untuk olah raga bulutangkis. 

“Kegiatan merupakan puncak dari acara student vagansa, yang bertujuan memupuk dan meningkatkan kembali minat mahasiswa untuk berolahraga khususnya bulutangkis,”  terangnya.


Ditambahkan Isnanto, dalam shuttlecock jugling ini tidak hanya diikuti mahasiswa, namun juga berbagai pihak. Seperti pelajar, atlit pusat pendidikan dan latihan pelajar atau (PPLP) bulutangkis Jateng, klub-klub bulu tangkis Solo serta masyarakat umum.

“Kegiatan dengan melibatkan ribuan peserta ini dianugrahi rekor MURI, dengan catatan rekor peserta shuttlecock jugling terbanyak,”tandasnya.

Sementara itu, salah satu legenda bulu tangkis Indonesia, Haryanto Arbi menambahkan, pentingnya pembinaan terhadap bibit-bibit atlit baru. Sebab, regenerasi terhadap atlit Indonesia agar mampu berkiprah di dunia harus dilakukan terus menerus, hingga Indonesia mampu meraih juara di ajang internasional.

“Kita patut berbangga dengan apa yang diperoleh Tantowi dan Liliana di ajang olimpiade Rio, tapi jangan lengah harus ada pembinaan atlit-atlit baru. Sebab, saya melihat pasangan ini dilihat dari usianya sudah cukup senior, dan pasti mempunyai masa sendiri. Maka yang harus dipersiapkan adalah generasi berikutnya harus juga baik,” imbuhnya.


Selain untuk kembali menumbuh kembangkan minat terhadap olahraga bulu tangkis, kegiatan ini juga untuk menyambut  perolehan mendali emas bulutangkis, yang diraih Ahmad Tantowi, dan Liliana Natsir di arena Olimpiade Rio De Janerio Brazil2016.
[Harun Alrosid]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: