SELASA, 23 AGUSTUS 2016
  
SUMENEP --- Mengingat daerah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, yang menjadi daerah penghasil sapi terbesar masih belum ditunjang dengan ketersediaan fasilitas. Salah satunya adalah pelabuhan ternak, dimana sampai sekarang masyarakat yang hendak mengirim sapi ke luar pulau hanya mengandalkan pelabuhan rakyat dengan fasilitas yang cukup minim.

AZ Rahman, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Sumenep
Kebutuhan pelabuhan ternak mestinya perlu digagas oleh pemerintah daerah ujung timur Pulau Madura ini, supaya ke depan masyarakat tidak lagi kebingungan saat hendak mengirim sapi melalui jalur darat. Pasalnya sampai sekarang mereka masih menggunakan cara tradisional ketika hendak menaikkan sapi keatas perahu, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama agar sapi-sapi tersebut tiba ke atas perahu.

“Kalau pelabuhan ternak di daerah ini sangat dibutuhkan, karena selama ini pengiriman ternak ke luar pulau masih menggunakan pelabuhan biasa yang tidak ada fasilitas untuk sama sekali. Sehingga banyak orang mengatakan terkesan menyiksa, sebab hewan itu dinaikkan keatas perahu tanpa alat apapun,” kata AZ Rahman, Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Selasa (23/8/2016).

Disebutkan, bahwa minimnya pelabuhan khusus ternak sudah selayaknya menjadi perhatian bagi pemerintah daerah ini, apalagi sebagai daerah populasi sapi terbesar yang semestinya sudah disediakan fasilitas layak untuk pengiriman ternak tersebut. Supaya masyarakat yang hendak mengirim sapi ke luar pulau tidak lagi kerepotan saat menaikkan sapi keatas perahu.

”Sumenep ini merupakan penghasil sapi terbesar bahkan nasional yang banyak dikirim ke luar daerah maupun luar pulau, apalagi yang terbanyak di Pulau Sepudi. Makanya sangat dibutuhkan pembangunan pelabuhan atau ketersediaan fasilitas khusus hewan, kalau bisa juga dengan angkutan khusus hewan,” jelasnya.

Minimnya perhatian dari pemerintah terkait fasilitas pengiriman hewan tersebut memang sangat disayangkan, karena daerah lain sudah banyak memiliki pelabuhan khusus ternak, bahkan juga tersedia dengan kapal angkutan ternak. Sehingga sapi yang dikirim selalu terdata dan diketahui seberapa banyak sapi tersebut dikirim ke luar daerah maupun luar pulau.

“Jika sudah ada pelabuhan khusus nantinya kan juga bisa melakukan pemantauan, berapa sebenarnya ternak yang dikirim ke luar pulau. Saya melihat selama ini tidak terpantau sepenuhnya, karena ternak yang keluar itu ada beberapa pelabuhan di daerah ini,” pungkasnya. 
(M. Fahrul)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: