SENIN, 22 AGUSTUS 2016

LAMPUNG --- Proses pembangunan Jalan Tol Sumatera dari STA 00 Desa Bakauheni hingga STA 008 Desa Hatta terus dilakukan dengan proses land clearing (pembersihan lahan) dan sebagian sudah dilakukan proses rigid terutama di titik nol Bakauheni. Sejalan dengan proses pembangunan jalan tol, PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Bakauheni juga mempersiapkan proses pembangunan dermaga VII berupa pembersihan lahan di area yang berada dekat dengan dermaga Plengsengan. 


Pada tahap awal, manager operasional PT ASDP Bakauheni, Yefri Hendri mengaku saat ini pekerja tengah melakukan proses persiapan pembuatan direksi kit dan melakukan pembuatan jalan rigid di dekat area toll gate.

Yefri juga mengungkapkan, sebelumnya telah dilakukan rapat bersama pihak terkait tentang rencana pembangunan jalan tol Sumatera yang akan berpengaruh pada arus lalu lintas di Pelabuhan Bakauheni. Arus lalu lintas di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni akan terimbas dengan adanya rencana pembangunan jalan layang yang langsung mengarah ke dermaga VII yang juga berfungsi sebagai arah awal ke semua dermaga.

“Pembangunan jalan layang nantinya tidak akan menganggu toll gate karena masih akan dipertahankan, kecuali arus lalu lintas yang semula dari pos satu akan mengalami perubahan,”ungkap Yefri Hendri saat dikonfirmasi media Cendana News,Senin (22/8/2016)

Yefri Hendri mengungkapkan, rencana pembangunan dermaga VII menjadi upaya pengembangan pelabuhan Bakauheni yang saat ini memiliki sebanyak 6 dermaga. Pengembangan merupakan upaya memperlancar arus transportasi laut yang selama ini kerap dikeluhkan dengan lamanya proses pengiriman barang akibat kurangnya jumlah kapal dan dermaga.

Proses pembangunan dermaga VII direncanakan ke depan akan terus dikembangkan hingga dermaga X yang akan dikembangkan hingga ke Dusun Muara Piluk Kecamatan Bakauheni. Pembuatan dermaga VII saat ini sedang dalam proses untuk persiapan peletakan batu pertama yang rencananya akan dilakukan dalam waktu dekat.

Perubahan di area pintu masuk dan pintu keluar pelabuhan Bakauheni akan dilakukan dalam waktu dekat dengan pembangunan tiang pancang yang akan digunakan untuk jembatan layang sehingga kendaraan yang berasal dari jalur tol dan akan menyeberang ke Pulau Jawa tidak harus melalui Jalan Lintas Sumatera. Sementara jalur menuju dermaga VII akan disiapkan dari jalan layang yang telah dipersiapkan dengan pembuatan jalan rigid.

Selain proses pembangunan dermaga VII yang merupakan pengembangan dermaga Pelabuhan Bakauheni, rekayasa lalu lintas di Pelabuhan Bakauheni dengan adanya rekayasa lalu lintas ke depan akan dibuat jalur khusus bagi kendaraan yang sudah membeli tiket untuk naik ke atas kapal. Sementara jalur masuk dan keluar akan menggunakan jalur yang sekarang digunakan untuk arus keluar kendaraan.

“Sosialiasi kepada pihak terkait sudah dilakukan tentang perubahan arus lalulintas termasuk kepindahan beberapa pos diantaranya pos satu dan pos lalulintas di luar pelabuhan Bakauheni,”ungkap Yefri.

Ke depan dampak dari pembangunan tol Sumatera dan pembangunan dermaga VII diantaranya jalur masuk dan jalur keluar akan menggunakan jalur yang saat ini digunakan untuk jalur keluar dari Pelabuhan Bakauheni. Pantauan Cendana News saat ini area dermaga plengsengan yang akan digunakan sebagai dermaga VII telah digusur. Beberapa kantin yang semula berdiri di lokasi tersebut bahkan dirobohkan untuk memperlancar proses persiapan dermaga VII.

Proses pembangunan dermaga VII tersebut mendapat respon positif dari para pelaku jasa ekspedisi yang selama ini masih mengeluhkan dengan kurangnya dermaga di Pelabuhan Bakauheni. Dampaknya proses distribusi menjadi terhambat dengan waktu berlayar dan proses bongkar muat yang mengakibatkan antrian di area parkir.

“Kalau jumlah dermaga ditambah maka kami para pelaku usaha distribusi dan ekspedisi akan semakin banyak pilihan kapal dan bisa lebih cepat dibandingkan hari biasa,”ungkap Sudin salah satu pelaku bisnis ekspedisi.


Ia mengungkapkan selama ini dengan hanya ada sebanyak 6 dermaga dengan satu unit diantaranya masih dalam perbaikan berakibat lambatnya proses kendaraan yang akan menyeberang terutama pada saat arus liburan. Waktu tempuh selama dua jam setengah diharapkan akan lebih cepat dengan penambahan dermaga dan jumlah kapal yang disiapkan di pelabuhan Bakauheni.
[Henk Widi]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: