RABU, 10 AGUSTUS 2016

LAMPUNG --- Akibat angin puting beliung disertai hujan angin sebanyak dua unit bangunan di SDN 2 Bandaragung Dusun Kualajaya Desa Bandaragung Kecamatan Sragi Kabupaten Lampung Selatan rusak berat dengan kondisi atap dan bagian atas bangunan lain terhempas angin. Selain dua unit bangunan sekolah satu unit rumah guru yang berada di lingkungan sekolah bernama Rubangi pun ikut hancur terhempas angin puting beliung.


Kepala Sekolah SDN 2 Bandaragung, Endang Sudaryat, mengaku kejadian puting beliung terjadi pada Selasa malam sekitar pukul 23:00 WIB. Paginya siswa sekolah yang berangkat langsung melakukan gotong royong mengamankan barang-barang yang berada di dalam kelas. Selain itu kondisi sekolah yang hancur berantakan mengakibatkan kegiatan belajar mengajar terpaksa dihentikan akibat siswa bergotong royong membersihkan area sekolah.

“Siswa semuanya tetap masuk sekolah seperti biasa dan hari ini kegiatan belajar mengajar ditiadakan untuk membersihkan area sekolah yang rusak berat akibat angin puting beliung” ungkap Endang Sudaryat saat ditemui media Cendana News di SDN 2 Bandaragung, Rabu (10/8/2016)

Saat ini ia mengungkapkan lokal sekolah yang rusak berat sebanyak satu lokal yang merupakan tempat belajar dengan tiga ruang kelas diantaranya kelas 1, kelas 2 dan kelas 3 dengan jumlah siswa puluhan siswa. Kerusakan didominasi pada bagian rangka atap akibat angin yang cukup kencang menerjang bangunan sekolah tersebut. Sementara lokal lain yang mengalami dampak puting beliung juga mengalami kerusakan ringan pada bagian atap.


Sebanyak 201 siswa dari dua kabupaten yakni Kabupaten Lampung Timur dan Kabupaten Lampung Selatan tersebut bahkan masih terus bergotong royong membersihkan area sekolah. Selain siswa sebanyak 11 guru yang mengajar di sekolah di tepi Sungai Way Sekampung perbatasan dua kabupaten tersebut bahu membahu membereskan lokal sekolah yang rusak akibat terjangan angin puting beliung.

Proses kegiatan belajar mengajar paska bencana alam puting beliung tersebut,pihak sekolah berencana menggunakan tiga lokal yang masih bisa digunakan akibat tiga lokal yang ambruk sama sekali tidak bisa digunakan. Rencananya kegiatan belajar tetap akan dilakukan dengan sistem kelas bergilir akibat ruangan yang terbatas.

Pantauan terkini Cendana News, puluhan personil dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan, personil polisi dari Polsek Sragi,aparat dari Kecamatan Sragi dan KUPT Dinas Pendidikan langsung berada di lokasi dan membantu melakukan evakuasi di sekolah yang ambruk.

Kepala Desa Bandaragung, Samsul Anwar, berharap agar pembangunan sekolah SDN 2 Bandaragung segera dilakukan akibat bencana alam puting beliung yang melanda desa tersebut yang menghancurkan puluhan rumah berikut bangunan sekolah dasar. Ia pun berharap konstruksi bangunan dan pemilihan bahan bangunan bisa dipilih yang lebih kuat agar bisa bertahan dari kemungkinan bencana angin puting beliung.


“Selama ini lokasi desa kami dekat sungai Way Sekampung dan pantai Timur Lampung sehingga sering berpotensi terjadi bencana angin puting beliung dan bencana banjir rob,” ungkap Samsul Anwar.

Selain lokasi sekolah yang berpotensi terkena bencana alam angin puting beliung, sekolah SDN 2 Bandaragung juga sering menjadi langganan banjir rob akibat lokasi sekolah berada di sekitar sungai dan pantai. Ia berharap pemerintah Kabupaten Lampung Selatan segera memberikan bantuan agar siswa dan kegiatan belajar mengajar tetap bisa berjalan dengan lancar.(Henk Widi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: