KAMIS, 11 AGUSTUS 2016

LAMPUNG --- Pasca bencana angin puting beliung melanda puluhan rumah warga dan bangunan Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Bandar Agung Kecamatan Sragi Kabupaten Lampung Selatan terus melakukan perbaikan rumah yang rusak terutama rumah warga yang mengalami kerusakan ringan. Sementara kerusakan berat pada rumah warga yang diterjang angin puting beliung masih menunggu bantuan dari pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.


Khusus kerusakan pada dua unit bangunan di SDN 2 Bandar Agung satu lokal dipastikan mengalami kerusakan berat dengan kondisi atap dan bagian atas bangunan lain terhempas angin. Menurut Kepala Sekolah SDN 2 Bandar Agung, Endang Sudaryat, satu lokal sekolah yang cukup parah kerusakannya selama ini digunakan untuk kelas 1, kelas 2 dan kelas 3 dengan rata rata satu kelas terdiri dari 40 siswa.

“Selain dua unit bangunan sekolah yang mengalami kerusakan parah satu unit rumah guru yang berada di lingkungan sekolah bernama Rubangi pun ikut hancur terhempas angin puting beliung sehingga perlu perbaikan dan hari ini warga mulai membantu kerusakan,” ungkap Endang Sudaryat, kepala sekolah SDN 2 Bandar Agung saat dikonfirmasi media Cendana News, Kamis (11/8/2016)

Pasca kerusakan sekolah tersebut, sehari sebelumnya pihak sekolah telah mengumpulkan sebanyak 201 siswa di halaman sekolah dan segera memberikan pengumuman untuk pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) masih belum bisa berjalan normal seperti biasa. Akibat tiga ruang kelas yang digunakan kelas 1 hingga kelas 3 hancur dengan atap dan plafon jebol pihak sekolah mulai hari ini (11/8) hingga waktu yang belum bisa ditentukan sambil menunggu upaya perbaikan menerapkan kebijakan belajar secara bergantian. Penerapan belajar bergantian dilakukan akibat keterbatasan ruangan yang selama ini dimiliki oleh sekolah yang berada di pesisir pantai Timur Lampung Selatan dan berada di area pertambakan tersebut.

Endang mengaku proses kegiatan belajar diawali oleh siswa kelas 1 hingga kelas 3 masuk pada pagi harii menggunakan lokal yang masih bisa digunakan di sisi sebelah Barat sementara siswa kelas 4 hingga kelas 6 masuk bergantian pada siang hari. Kebijakan tersebut dilakukan menurut kepala sekolah agar paska bencana puting beliung siswa masih bisa melangsungkan kegiatan belajar seperti pada hari-hari biasa. Sebanyak 10 guru tenaga honorer bahkan mulai menyusun jadwal mengajar secara bergantian pasca sekolah rusak akibat puting beliung.


“Bersama dewan guru sudah disepakati untuk kegiatan belajar akan dilakukan pagi dan siang karena lokal terbatas sambil menunggu upaya perbaikan dari pemerintah terutama untuk lokal sekolah yang alami kerusakan berat,” ungkap Endang.

Ia mengungkapkan minimnya lokal sekolah dan lahan di sekitar SDN 2 Bandar Agung diakui sebagai kendala sekolah tersebut selama bertahun-tahun semenjak didirikan pada tahun 1980. Jika lahan dan lokal cukup ia mengungkapkan proses belajar bisa saja disekat menjadi dua ruangan untuk semua kelas namun dengan jumlah siswa mencapai 201 siswa diantaranya sebanyak 19 siswa dari Kabupaten Lampung Timur membuat pola kelas rangkap paska bencana puting beliung tak bisa diterapkan dan terpaksa belajar dengan pola bergantian.

Endang juga mengaku telah melaporkan ke pihak terkait kerusakan satu unit lokal sekolah yang dibangun dengan konstruksi rangka baja, genteng metal yang baru beberapa tahun dibangun menggunakan dana ratusan juta tersebut. Pihak sekolah diakuinya telah melaporkan ke pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan,Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan dan Bupati Lampung Selatan.

Anin (45) salah satu guru SDN 2 Bandaragung mengaku tidak mempersoalkan proses kegiatan belajar mengajar yang harus berubah tidak seperti hari normal. Ia mengaku meski sebagai guru honorer di sekolah tersebut dirinya akan tetap mengabdikan diri menjadi guru bagi murid-murid yang sebagian besar orangtuanya merupakan nelayan tersebut.

“Hari ini saya mendapat tugas mengajar pagi memang cukup berbeda karena siswa lebih sedikit dibanding hari normal karena sebagian masuk siang” ungkap Anin.

Terkait kerusakan SDN 2 Bandar Agung akibat puting beliung yang mengganggu kegiatan belajar siswa, Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan telah berkoordinasi dengan pihak terkait terutama BPBD Kabupaten Lampung Selatan untuk mengupayakan perbaikan secepatnya terhadap lokal sekolah yang rusak tersebut.


Ia bahkan akan memprioritaskan perbaikan di SDN 2 Bandar Agung tersebut karena siswa sekolah di tempat tersebut harus tetap belajar. Terkait sumber dana untuk perbaikan Zainudin mengungkapkan anggaran akan diusahakan dari dana tanggap darurat atau sumber dana lain.

“Secepatnya akan diperbaiki terutama untuk sekolah dan juga puluhan rumah warga yang menjadi korban angin puting beliung tersebut” ungkap Zainudin Hasan.

Pantauan Cendana News,puluhan personil dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan, personil polisi dari Polsek Sragi, Kodim 041/LS dan aparat dari Kecamatan Sragi dan KUPT Dinas Pendidikan melakukan upaya upaya lanjutan paska bencana angin puting beliung menerjang wilayah Desa Bandar Agung tersebut.

Pihak BPBD Kabupaten Lampung Selatan bahkan telah mendirikan tenda sekaligus posko pendataan rumah warga yang menjadi korban bencana angin puting beliung. Selain itu posko tersebut didirikan menjadi dapur umum bagi warga yang rumahnya rusak akibat puting beliung. Pemberian tenda dilakukan terutama bagi keluarga Sarkam dan Rubangi yang mengalami kerusakan rumah cukup parah.(Henk Widi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: