MINGGU, 7 AGUSTUS 2016

YOGYAKARTA --- Untuk pertama kalinya di dunia, Sekolah Sungai didirikan di Dusun Gunung Ampo, Kemudo, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah. Sekolah yang berada di perbatasan DI Yogyakarta dan Jawa Tengah tersebut merupakan bentuk upaya Pemerintah mengedukasi warga secara kontinyu guna mengurangi resiko bencana.


Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Willem Rampangilei mengatakan, bencana terbesar yang paling banyak memakan korban jiwa dan harta benda dan yang paling sering terjadi adalah hidrometeorologi yaitu banjir dan tanah longsor. Karenanya, berbagai upaya pencegahan terus dilakukan, dan salah satu langkah strategis yang bisa dilakukan secara berkesinambangan adalah membangun Sekolah Sungai.

"Tujuan strategis dari didirikannya Sekolah Sungai ini adalah membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya melakukan pengurangan resiko bencana," jelas Willem usai meresmikan Sekolah Sungai Dusun Gunung Ampo, Minggu (7/8/2016).


Willem mengatakan, dengan ancaman bencana hidrometeorologi itu, maka sungai harus direstorasi. Untuk itu, diperlukan upaya sinergis antara Pemerintah, Masyarakat dan Dunia Usaha. Dari ketiga unsur itu, paling penting adalah keterlibatan dan keaktifan masyarakat. 

"Sebagai model atau pilot project, desa ini dipilih untuk menjadi Sekolah Sungai yang pertama karena masyarakatnya yang telah memiliki kesadaran dan kekompakan dalam menjaga sungai yang ada di desanya" ujar Willem.

Sekolah Sungai Dusun Gunung Ampo berada di pinggir Sungai Woro Purbo yang mengalir dari Gunung Merapi. Jauh sebelum ini, sungai tersebut tidak terawat dan selalu meluap setiap kali terjadi banjir bandang. 

Tokoh masyarakat setempat, Doyok Raharjo mengatakan, Sungai Woro Purbo sering mengalami banjir dan menjadi tempat pembuangan sampah. Namun seiring kesadaran masyarakat, Sungai Kali Woro kemudian dibersihkan, dan kawasan sekitarnya dibuat sebagai Sekolah Sungai.

"Ternyata keinginan warga untuk melestarikan sungai juga sejalan dengan program Pemerintah, sehingga dibuatlah Sekolah Sungai ini", ujar Doyok.

Sekolah Sungai di Dusun Gunung Ampo, akan menjadi model bagi daerah lain dalam rangka melestarikan dan menjaga kebersihan sungai, sebagai upaya pengurangan resiko bencana. Melalui berbagai kegiatannya, masyarakat bisa belajar tentang sungai dengan cara menyenangkan. 

Bekerjasama pula dengan Universitas Gajah Mada, Sekolah Sungai dilengkapi Perpustakaan taman baca dan outbond serta lahan perkemahan.

Sementara dalam peresmian Sekolah Sungai tersebut, hadir mendampingi Kepala BNPB adalah Wakil Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmiko, Bupati Klaten, Sri Hartini, Wakil Rektor Universitas Gajah Mada yang juga merupakan pakar geografi, Prof. DR. Suratman serta perwakilan pejabat kedinasan terkait serta unsur muspida dan muspika setempat. 
[Koko Triarko] 
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: