RABU, 24 AGUSTUS 2016

BALIKPAPAN --- Sektor pertambangan dan angkutan menjadi penyumbang non performing loan (NPL) perbankan di kota Balikpapan. NPL gross perbankan sepanjang kuartal II/2016, tercatat mencapai 11,98 persen.


Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Suharman Tabrani menerangkan, angka NPL yang tercatat pada kuartal II/2016 itu meningkat cukup tinggi, dari tingkat NPL gross pada kuartal sebelumnya yang mencapai 7,75 persen.

"Sektor pertambangan yang lesu mempengaruhi kredit pada sektor pertambangan. Sehingga sektor itu memberikan kontribusi pada tingkat NPL selama kuartal II, dengan nominal NPL mencapai Rp1,4 triliun, disusul dengan kontribusi dari sektor angkutan sebesar Rp390 miliar, dan sektor perdagangan sebesar Rp271 miliar," sebutnya saat memberikan keterangan kepada Media, Rabu (24/8/2016).

Dijelaskannya, NPL nett sepanjang kuartal II mencapai sekitar 7 persen. Dimana kredit macet pada kolektabilitas 5 mengalami peningkatan dari kuartal sebelumnya.

"Terjadinya kredit macet itu merupakan kredit berjalan dari tahun sebelumnya. Dengan kondisi itu membuat Bank sudah selektif dalam pemberian kredit baru khususnya pada sektor pertambangan," ungkapnya.

Selain itu, Suharman menambahkan kontribusi NPL dari sektor angkutan juga berasal dari kegiatan usaha yang masih berkaitan dengan sektor pertambangan. Angkutan itu yakni kendaraan angkutan berat.

Dengan kondisi perbankan yang ada, pihaknya telah berkomunikasi dengan perbankan yang memiliki tingkat NPL tinggi untuk memastikan pihak perbankan menangani kredit macet tersebut. Sehingga laju NPL dapat ditekan.
[Ferry Cahyanti]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: