RABU, 17 AGUSTUS 2016

BANDUNG --- Semangat Hari kemerdekaan Republik Indonesia (RI) tampak di Pelataran Parkir Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Kamis (17/8/2016). Tepat pukul 10.00 WIB, sejumlah lapisan masyarakat ambil bagian dalam upacara pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-71 ini.


Uniknya, yang menjadi perangkat upacara mayoritas dilakukan oleh penyandang difabel, baik itu pengibar bendera maupun pemimpin upacara.

Sismi Rahayu (47), salah satu pengibar bendera dari kaum difabel mengaku bangga bisa mengibarkan Sang Merah putih untuk pertama kalinya.

"Persiapan kita hanya latihan dua kali, tapi alhamdulillah bisa lancar," ujar Sismi seusai upacara.

Ia tak menampik sempat gugup saat ditunjuk menjadi pengibar bendera. Namun, dibalik itu Sismi pun bangga bisa menjadi perangkat upacara pada HUT RI kali ini.

Namun, ia berharap arti kemerdekaan bisa benar-benar dirasakan oleh penyandang keterbatasan fisik. Dewasa ini, perang bagi kaum difabel menurutnya bukan melawan penjajah. Namun harus berjuang dikala hendak menggunakan sarana publik yang belum memihak kepada penyandang cacat. 

"Untuk di hari kemerdekaan ini, harapan kami sama seperti kalian ingin ditempatkan sama seperti yang normal," harapnya.

Senada dengan Sismi, Erin Nisa (40) pengibar bendera dari kaum difabel lainnya pun mengaku gugup menjadi perangkat upacara pada pertama kalinya. Tapi secara pribadi ia bersemangat sebab mendapatkan kesempatan seperti masyarakat pada umumnya.

"Ini baru pertama kalinya saya jadi pengibar bendera," katanya.

Erin bangga bisa menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), walau disisi lain aksesbilitas bagi masyarakat pengguna kursi roda seperti dirinya belum benar-benar merdeka. 

"Ini tanggung jawab semua, tidak hanya pemerintah tapi untuk kita juga sebagai masyarakat," pungkasnya. (Rianto Nudiansyah)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: