MINGGU, 7 AGUSTUS 2016

YOGYAKARTA --- Sebagai kota budaya dan multikulturalis, setiap kegiatan yang diadakan di Kota Yogyakarta selalu disertai dengan pementasan seni tradisional. Tak hanya kesenian setempat, namun juga kesenian dari lain daerah. Sekecil apa pun momentum dan durasi yang ada, kesenian tradisional selalu diselipkan.


Misalnya, seni tari tradisional asal Sumatera Selatan yang belum lama ini dipentaskan di Sleman dalam pembukaan sebuah acara. Namanya, Tari Setanggikan. Dimainkan oleh lima gadis dan lima perjaka asal Karang Agung, Sumatera Selatan, tarian itu digelar guna menyambut tamu kehormatan. Di daerah asalnya, tarian tersebut sering didendangkan untuk meramaikan sebuah hajatan.

Koordinator Tari Setanggikan, Yusrizal mengatakan, kata setanggikan memiliki arti senda gurau di kalangan anak muda untuk menjalin pergaulan. Dalam setiap penyajiannya, tarian itu dibawakan secara berpasangan dengan bentuk bari­san. Tari tradisional itu menggambarkan sosialisasi hubungan di antara pemuda dan para gadis. 

"Bagaikan seekor burung yang terbang tinggi, sang penari pria kemudian digambarkan dalam tarian itu menukik tajam menjemput gadis pilihannya,"sebutnya.

Pada awalnya di Sumatera Selatan, lanjut Rizal, Tari Setanggikan hanya dimainkan saat menggelar tradisi budaya. Namun seiring perkembangan zaman, Tari Setanggikan pun kini juga sering ditampilkan dalam setiap kegiataan lomba atau hajatan keluarga.


Tari Setanggikan diiringi dendang musik perkusi yang terdiri dari alat-alat musik tradisional seperti gamelan, gong dan gendang. Dalam perkembangannya, sejumlah alat musiknya kini juga ditambah dengan organ dan gitar untuk menampilkan rancak musik kekinian. Sebagai tarian tradisional yang menggambarkan suasana kemeriahan anak muda berpasangan, penampilan Tari Setanggikan acapkali mampu membuat meriah suatu acara.
[Koko Triarko] 
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: