SELASA, 2 AGUSTUS 2016

BANDUNG --- Seorang seniman cat air, tampak asik menjinakkan kuasnya dengan objek Gedung Asia Afrika Cultural Centre (AACC), di Jalan Braga, Kota Bandung, Selasa (2/8/2016). Gedung yang semula bernama Bioskop Majestik tersebut memang salah satu bangunan bersejarah di Kota Kembang, mengingat didirikan sejak tahun 1925 silam.


Seniman itu ternyata satu diantara 122 orang peserta pameran seni lukis cat air bertaraf internasional dalam hajat Asian Expression III 2016. Pada gelaran yang mengusung tema 'Halo-halo Bandung' ini diikuti oleh seniman se-Asia. Adapun pesertanya, yaitu seniman dari Iran, Irak, India, Singapura, Filipina, Malaysia, Thailand, Vietnam, .Mynmar, Laos, Cina, Korea, Jepang, Nepal dan Hongkong. Sementara seniman lokal berasal dari Bandung, Jakarta, Semarang, Solo dan Bali.

Tak hanya melukis, karya mereka pun dipamerkan di Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, pada 2 hingga 10 Agustus 2016 mendatang.

"Kenapa temanya Halo-halo Bandung, karena supaya orang luar negeri mengerti apa itu Halo-halo Bandung. Kita merangsang mereka untuk mengartikan Bandung itu seperti apa," ujar Hendrik, Ketua Pelaksana Asian Expression III, Selasa (2/8/2016).


Para peserta pun diajak berkeliling Kota Bandung, agar mengetahui secara langsung seperti apa budaya yang ada di kota berjuluk Paris Van Java ini. Pihaknya berharap para peserta dari luar negeri tak datang ke Kota Kembang hanya sekadar melukis. Ketika pulang ke negaranya masing-masing setidaknya membawa kenangan yang menyenangkan  selama di Bandung.

"Itu adalah oleh-oleh bagi mereka, supaya orang luar (negeri) tahu betul seperti apa Bandung itu," ucapnya.

Menurutnya, seni lukis dengan teknik cat air cenderung paling sulit jika dibanding dengan teknik seni lukis lainnya, bahkan pegiatnya semakin sedikir. Namun bagi mereka yang telah menguasai tekniknya, seni lukis cat air pun membuka jalan bagi jelajah kemungkinan pengembangannya yang luas.

"Jadi semangat Halo-halo Bandung ini kita ambil sehingga bisa menjadi titik awal bagi kita (seniman) untuk menggalakan kembali seni lukis khususnya cat air," pungkasnya.(Rianto Nudiansyah)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: