SELASA, 16 AGUSTUS 2016

PONTIANAK --- Balai Pegamanan dan Penegakan Hukum Wilayah Kalimantan Seksi Wilayah III Pontianak, Kalimantan Barat menyelesaikan penyidikan perkara tindak pidana pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan. 


"Itu terbukti dengan menyerahkan tersangka inisial AS dan barang bukti (TAHAP-II) kepada Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Putusibbau melalui Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat," kata Kepala Balai  Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PPHLHK) Haris Sudjoko. di Pontianak, Selasa (16/8/2016).

Disebutkan, penyidikan perkara tindak pidana pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan yang ditangani oleh PPNS Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Kalimantan Seksi Wilayah III Pontianak merupakan  penyidikan perdana. 

"Ini dilakukan sebagai wujud keseriusan dan komitmen kami dalam melakukan Penegakan Hukum sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang menjadi kewenangan PPNS Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Kalimantan," ujarnya.

Dijelaskan, tersangka ditangkap saat patroli yang dilakukan oleh Polisi Kehutanan Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum dan menemukan sebanyak 215 (dua ratus lima belas) batang Kayu bulat kecil Jenis Tembesu. 

"Dengan ukuran 3 meter sampai dengan 4 meter di Desa Jongkong Tanjung Kecamatan Jongkong, Kabupaten Kapuas Hulu," jelasnya.

Diungkapkan, mengingat aktifitas pembalakan Liar yang terjadi didalam Kawasan Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum dalam beberapa tahun terakhir masih terjadi. Selain tindakan preentif dan preventif  yang dilakukan oleh Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum  untuk memberikan penyadaran hukum kepada masyarakat, penegakan hukum adalah merupakan tindakan terakhir yang dilakukan oleh Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Wilayah Kalimantan, Seksi Wilayah III Pontianak untuk memberikan Efek Jera kepada Pelaku Pembalakan Liar.

Disebutkan, dari hasil Penyidikan yang dilakukan diketahui bahwa kayu bulat kecil jenis Tembesu sebanyak 215 (dua ratus lima belas) batang diangkut atau dikuasai oleh tersangka berinisial AS. Dengan menggunakan kapal motor Bandong  Desa Pulau Majang Kecamatan Badau menuju Desa Jongkong Tanjung Kecamatan Jongkong tanpa disertai bersama-sama dokumen Sahnya hasil hutan pada tanggal 2 April 2016 dan tanggal 6 April 2016, untuk kebutuhan pembuatan Jembatan di Desa Jongkong Tanjung Kecamatan Jongkong.

"Dari hasil olah TKP dan lacak Balak PPNS Balai PPHLHK menemukan tunggul-tunggul atau bekas tebangan pohon tembesu yang berada diKawasan Taman Nasional Danau Sentarum. Tepatnya di Desa Pulau Majang, Kecamatan Badau yang masuk wilayah Resort Pulau Majang Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah VI Semitau / Lanjak," ujarnya.

Tersangka Inisial AS diduga telah melakukan perbuatan berupa mengangkut, menguasai, atau memiliki hasil hutan kayu yang tidak dilengkapi secara bersama surat keterangan sahnya hasil hutan. Sebagaimana dimaksud dalam rumusan Pasal 12 huruf e Jo. Pasal 83 Ayat (1) huruf b Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.
[Aceng Mukaram]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: