JUMAT, 19 AGUSTUS 2016

LAMPUNG --- Partisipasi jurnalis di wilayah Provinsi Lampung yang hingga saat ini cukup minim dalam penyelenggaraan lomba penghargaan Saidatul Fitria 2016 membuat Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Bandar Lampung menaikkan hadiah lomba penghargaan menjadi Rp1,5 juta. Besaran hadiah ini naik Rp500 ribu dari semula Rp1 juta.


“Rencananya, hadiah kami naikkan menjadi Rp1,5 juta. Kenaikan ini berdasar usulan dari teman-teman jurnalis yang ada di wilayah Lampung agar bisa memberi semangat,” kata Ketua AJI Bandar Lampung Padli Ramdan di Bandar Lampung, Jumat (19/8/2016).

Redaktur salah satu surat kabar besar di Lampung tersebut mengungkapkan, hingga kini menjelang ditutupnya proses pengiriman karya karya jurnalistik dalam bentuk tulisan, sudah 10 jurnalis yang mengirimkan karya untuk kompetisi penghargaan Saidatul Fitria 2016. Beberapa dari mereka merupakan wartawan media online.

“Kami mengimbau pengelola media dan jurnalis untuk dapat berpartisipasi dengan cara mengirimkan karya jurnalistiknya sesuai dengan persyaratan yang sudah panitia tetapkan,” ujarnya.

Padli menambahkan, pengiriman karya paling lambat pada Senin mendatang, 22 Agustus 2016. Nantinya, karya yang masuk akan dinilai dewan juri yang terdiri dari dua wartawan senior dan satu akademisi.

“Secara khusus pada kompetisi Saidatul Fitriya yang merupakan ajang tahunan jurnalis Lampung ini, bila memang pengelola media sibuk, kami yang jemput bola. Panitia yang akan ambil karya peserta,” ungkap Padli.


Secara umum Padli mengungkapkan kompetisi karya karya jurnalistik tersebut terbuka bagi seluruh jurnalis dari media cetak, elektronik (televisi dan radio), dan online. Setiap peserta diperkenankan mengirimkan karya liputan yang memberi dampak positif bagi kepentingan publik di Lampung dalam berbagai bidang diantaranya politik, ekonomi, hukum, pemerintahan, olahraga, pendidikan, sosial, tata kota dan lingkungan.

Selain kegiatan lomba karya jurnalistik,panitia juga mengadakan rangkaian kegiatan yang akan berlangsung dari 26 Agustus hingga 27 Agustus mendatang berupa pameran foto bekerjasama dengan Pewarta Foto Indonesia (PFI) dan seminar kejurnalistikan.

Padli mengungkapkan AjI menyelenggarakan berbagai kegiatan kejurnalistikan sebagai bentuk penghargaan kepada Saidatul Fitriya yang merupakan seorang jurnalis foto yang gugur saat menjalankan peristiwa demonstrasi di depan kamus Universitas Bandarlampung pada 28 September 1999 silam. Aktivis pers mahasiswa teknokra Universitas Lampung yang akrab disapa Atul tersebut terkena poporan senjata aparat untuk mengamankan unjuk rasa.
[Henk Widi]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: