KAMIS, 25 AGUSTUS 2016

LAMPUNG --- Ratusan petani jagung, padi, sayur-mayur serta petani tanaman lain di sekitar Desa Padan, Desa Merambung Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan di lereng hutan lindung Gunung Rajabasa dipusingkan dengan kerusakan tanaman jagung dan sayuran milik mereka yang sedang berisi. 



Menurut salah seorang warga Desa Padan, Mahmud (34), serbuan primata jenis monyet ekor panjang tersebut terjadi saat ladang jagung milik mereka tak dijaga dan masih masa berisi. Selain itu lahan tanaman sayuran yang belum memasuki masa panen mendapat serangan monyet ekor panjang dengan cara memakan buah serta sayuran yang ditanam petani. Serbuan umumnya terjadi pagi hari saat ratusan ekor monyet ekor panjang mulai mencari makan dengan cara bergerombol mencari makanan lahan pertanian milik warga.

Mahmud mengungkapkan, monyet-monyet tersebut umumnya datang secara bergerombol dari pohon pohon sekitar hutan Gunung Rajabasa yang berdekatan dengan ladang jagung milik warga. Lokasi yang berada dekat dengan hutan lereng Gunung Rajabasa diduga menjadi penyebab banyaknya monyet ekor panjang yang turun ke lokasi lahan pertanian masyarakat yang banyak menyediakan sumber makanan buah-buahan.

"Saya melihat beberapa petak tanaman jagung saya saat siang sudah digilas dan roboh, sementara buah jagungnya sudah ludes dimakan monyet, padahal saya menanam tanaman jagung manis yang akan saya panen sepekan lagi" ungkap Mahmud saat berbincang dengan Cendana News, Kamis (25/8/2016).


Mahmud mengungkapkan serangan hama monyet tersebut kemungkinan terjadi akibat kurangnya makanan bagi gerombolan monyet tersebut di habitat aslinya di lereng Gunung Rajabasa. Sebab, sebelumnya sempat terjadi aksi pembalakan liar di lereng hutan lindung yang berakibat sumber makanan alami monyet ekor panjang berkurang. Akibatnya monyet yang sebagian sedang memiliki anak tersebut menyerbu tanaman jagung, pisang serta buah buahan jenis pepaya milik warga. Keganasan gerombolan monyet ekor panjang menurut para petani diantaranya memakan buah jagung yang masih muda sementara buah-buahan lainnya hanya dirusak setelah memakan buah lainnya.

Antisipasi serbuan makin meluas, warga menyiapkan berbagai alat untuk mengusir hama monyet ekor panjang yang baru tahun ini terjadi. Sebagian menggunakan alat-alat untuk menakut-nakuti namun sebagian menyiapkan perangkap untuk menangkap monyet ekor panjang yang masuk ke areal lahan pertanian.

"Cara sederhana yang mudah dilakukan saya menyiapkan kentongan yang saya pukul keras-keras saat gerombolan monyet terlihat di pohon-pohon sekitar lahan pertanian serta membuat api unggun kalau malam hari untuk mencegah monyet tersebut merusak tanaman jagung milik mereka" ungkap Mahmud.


Mahmud yang memiliki lahan sekitar 2 hektar tersebut hanya salah satu dari pemilik lahan jagung yang diserang hama binatang jenis monyet tersebut. Salah satu petani penanam jagung lainnya, Ansori (40) mengaku lahannya seluas satu hektar juga tak luput dari serangan hama monyet. Meski ratusan monyet tidak memakan habis tanaman jagung miliknya namun saat rombongan monyet tersebut turun dari pepohonan sebagian besar merobohkan tanaman jagung milik petani yang berakibat tanaman jagung roboh ke tanah dan jagung membusuk.

"Monyet biasanya mencari makan saat pagi hari dan kami belum berangkat ke ladang, kemudian mereka mematahkan batang-batang jagung untuk diambil jagung mudanya terutama monyet yang masih muda" keluh Ansori.

Ia pun menyiapkan pagar bambu di sekeliling tanaman miliknya serta senjata jenis ketapel serta senapan angin untuk menakut-nakuti gerombolan monyet jika sedang ingin mendekat ke ladang jagung milik mereka.
(Henk Widi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: