SELASA, 9 AGUSTUS 2016

PONTIANAK --- Pemeliharan hewan binatang buas terus menerus terjadi di Kalimantan Barat.  Tak tangung-tanggung, binatang buas pun dipelihara warga Kalimantan Barat. Pemeliharan hewan memang tidak diperbolehkan. Karena hal itu tertuang dalam Undang -Undang No. 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem.


Atas dasar itulah, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat sering melakukan penyisiran dan sosialiasi pada masyarakat setempat. Tujuanya adalah, supaya jangan memelihara atau memperjualbelikan binatang. Apalagi merawatnya berbahaya bagi kesehatan dan keselataman.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, Sustyo Iriono, menyebutkan, pada Selasa 9 Agustus 2016, Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan Tumbuhan dan Satwa liar BKSDA Kalimantan Barat-Kementerian LHK telah mengevakuasi seekor huaya ganas.  Jenis buaya itu adalah buaya muara (Crocodylus porosus).

Hingga kini, petugas kewalahan mengidentifikasi jenis kelamin buaya ganas ini. akan tetapi, petugas fokus pada evakuasi buaya ganas ini. mengingat yang merawat di kawasan penduduk padat. Tentunya berbahaya bagi keselataman.

“Belum diketahui jenis kelaminnya apa. Buaya ini dewasa umur kurang lebih 23 tahun,” ungkap Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, Sustyo Iriono, di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (9/8/2016).

Disebutkan, buaya ganas ini ber ukuran tubuh kurang lebih panjang 2 meter.  Ia mengklaim, penyerahan buaya ganas ini secara sukarela alias tanpa paksaan dari seorang warga yang bernama Royi Irvan (umur 34 tahun) beralamat di Kompleks Perumahan Suwignyo Permai 2 No. B 20 Kota Pontianak, Provinsi  Kalimantan Barat.

“Berdasarkan keterangan dari pemelihara,telah dipelihara selama 22 Tahun. Buaya muara ini berasal dari Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya. Diketemukan 22 tahun yang lalu ketika itu masih berukuran 30 centimeter semasa orang tua Royi Irvan masih berdinas aktif sebagai PNS di Kecamatan Kubu - Kabupaten Kubu Raya,” ungkapnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, saat ini, buaya muara ini dititiprawatkan di Lembaga Konservasi Sinka Zoo, Kota Singkawang, seratus lima puluh kilo meter jaraknya dari ibukota Provinsi Kalimantan Barat, Pontianak. 
[Aceng Mukaram]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: