SABTU, 20 AGUSTUS 2016

SOLO --- Ratusan pedagang Sunday Market yang biasa berjualan di kawasan Manahan, mendatangi Balaikota Solo. Mereka meminta agar Pemerintah mengijinkan kembali berjualan setelah 5 pekan diliburkan karena adanya sejumlah kegiatan berskala nasional yang digelar.


Desakan ratusan pedagang Sunday Market yang diawali dengan kumpul bersama dan aksi di Plaza Sriwedari itu akhirnya diterima oleh Jajaran Pemerintah Kota Solo. Pedagang yang awalnya meminta agar diijinkan kembali akhirnya menerima jawaban yang cukup memuaskan dari Perwakilan Pemkot.

“Setelah berjuang keras, akhirnya kami bisa lega karena kembali diperbolehkan berjualan,” ucap Yuli Dos Santos, ketua Serikat Pedagang Sunday market Manahan, Sabtu (20/8/2016).

Menurutnya, pertemuan yang dihadiri Dinas Pengelola Pasar (DPP), Dishubkominfo, Satpol PP, UPTD Dispora, dan perwakilan ratusan pedagang Sunday Market Manahan, menjadikankan pedagang dapat angin segar. Pasalnya, sejak lima pekan lalu, pedagang sudah tidak berjualan karena adanya kegiatan yang menggunakan lokasi yang sering digunakan untuk berjualan pedagang. 

“Setelah diijinkan lagi, kami akan mengikuti peraturan yang diterapkan Pemkot Solo,” lanjutnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Pengelolaan Pasar (DPP), Subagyo menyampaikan, meski kembali dijinkan berjualan, namun Pemkot membatasi pedagang yang boleh masuk di kawasan Manahan. Sebab, salam ini tidak ada control pedagang sehingga pedagang yang masuk terlalu banyak yang tidak termanageman secara rapi. 

“Manahan kesannya justru kurang rapi karena pedagang tidak teratur. Untuk kali ini kami akan membatasi pedagang yang boleh masuk, dan kawasan Manahan ada yang tidak boleh untuk berjualan,” terang Subagyo.

Beberapa lokasi yang dilarang untuk berjualan adalah di sekitar Stadiun Utama Manahan, yang biasanya dikelilingi pedagang, untuk kali ini harus bebas pedagang. Selain itu, Pemkot juga tidak mengijinkan sales mobil menggelar kegiatan di dalam kawasan Manahan. 

“Kami juga membatasi bagi mereka yang menyediakan jasa permainan anak-anak, seperti kereta kelinci atau mobil elektrik juga tidak boleh berada di kawasan Manahan,” pungkasnya. 
[Harun Alrosid]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: