SELASA, 9 AGUSTUS 2016

YOGYAKARTA --- Seorang dosen dan pegawai negeri sipil (PNS) di sebuah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Bantul, inisial RE (47), diamankan Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resort Kota Yogyakarta karena kedapatan menyimpan ganja kering seberat 253 Gram di sebuah almari es. Kendati sempat mengelak, namun saat ditemukan barang buktinya tersangka RE tak bisa berkutik.

Komisaris Polisi Sugeng Riyadi

RE berhasil diciduk polisi setelah Sat Res Narkoba Polresta Yogyakarta mendapat laporan masyarakat yang menyebut ada seorang oknum dosen di sebuah PTN di Bantul memiliki barang haram berupa ganja kering. Petugas yang mendapat laporan tersebut kemudian melakukan pengembangan. Setelah cukup yakin dengan informasi itu, petugas kemudian mendatangi rumah tersangka di daerah Sewon, Bantul.

Kepala Satuan Res Narkoba Polresta Yogyakarta, Komisaris Polisi Sugeng Riyadi, dalam gelar pekara di Mapolres setempat, Selasa (9/8/2016), menjelaskan, pada awalnya petugas hanya menemukan ganja dalam satu kotak rokok yang berisi satu linting rokok halus yang telah dikeluarkan tembakaunya dan diganti dengan ganja yang dilapisi kertas rokok merk mars brand. 

"Beratnya sekitar dua gram," ujarnya.

Lebih jauh, Sugeng mengungkapkan, dalam penggeledahan lanjut petugas kemudian menemukan lagi ganja kering seberat 253 Gram yang dibungkus plastik putih dan disimpan di laci freezer lemari es milik tersangka RE. Barang haram tersebut menurut tersangka merupakan sisa persediaan pesta ganja saat merayakan tahun baru 2016, lalu.

Demi mendapati barang bukti yang cukup banyak itu, lanjut Sugeng, pihaknya kemudian melakukan pengembangan kasus. Dari pengembangan itu petugas kemudian menangkap tersangka Jk (39) warga asal Bandung, Jawa Barat yang berdomisili sesuai Kartu Tanda Penduduk di Tepus, Gunungkidul.

Jk, kata Sugeng, merupakan orang yang diminta bantuan oleh RE untuk mencarikan ganja sebelum malam tahun baru 2016. Karena Jk tak memiliki barang itu, Jk kemudian menghubungi tersangka lain, yakni Yd (38). Mendapat pesanan ganja tersebut, Yd kemudian menghubungi lagi tersangka lain yang merupakan adiknya sendiri berinisial Iw yang ada di Bandung.

"Tersangka Iw itulah yang kemudian memasok ganja seberat 1 Kilogram dengan menggunakan Bus dari Bandung ke Yogyakarta. Barang tersebut ditawarkan dengan harga Rp 8 Juta Per Kilogram, namun ditawar Rp 6 Juta. Belakangan diketahui Iw sudah ditangkap polisi di Bandung karena kasus sabu-sabu," jelas Sugeng.

Sementara itu akibat tindakannya tersebut, para tersangka akan dijerat dengan Pasal 114 KUHP jo Pasal 132 tentang kesepakatan jahat membantu melancarkan kejahatan dan jo Pasal 111 tentang psikotropika dengan ancaman hukuman 12 tahun.

"Tersangka RE sempat menolak ditahan. Ia mengaku frustasi dan lebih baik mati ditembak dari pada ditahan. Tapi setelah kita bujuk, RE kemudian akhirnya menurut dan mau ditahan," pungkas Sugeng.
[Koko Triarko] 
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: