KAMIS, 25 AGUSTUS 2016

JAKARTA --- Kementerian Komunikasi dan Informatika berencana menurunkan biaya interkoneksi telepon seluler sebesar 26 Persen.


Rencana penurunan biaya interkoneksi ini akan diterapkan mulai 1 September 2016. Kemenkominfo telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 115/M.Kominfo/PI.0204.08/2016. Di dalamnya berisi penurunan tarif interkoneksi sebesar 26 persen menjadi Rp 204 bagi semua operator di Indonesia.

Menanggapi hal ini, Wakil ketua Komisi I DPR RI Ahmad Hanafi Rais Menyampaikan pihaknya dalam hal ini komisi yang membidangi masalah telekomunikasi dan informatika akan memanggil seluruh Operator telepon guna mendengar secara langsung pandangan soal penurunan tarif tersebut.

Sebab, Menurutnya, Kebijakan penurunan tarif interkoneksi, ini dianggap tidak transparan dan dirasa merugikan satu operator tapi menguntungkan beberapa operator lain.

"Ya, kita ingin mendengarkan pandangan dari seluruh operator soal penurunan tarif interkoneksi," ujar hanafi di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Kamis (25/8/2016).

Lebih lanjut, Ia menjelaskan secara teknis nantinya Komisi I akan membandingkan dasar perhitungan yang telah disampaikan pemerintah serta dari perwakilan operator.

"Biar seluruh pihak nantinya harus diuntungkan dan tidak ada yang merasa terbebani dengan kebijakan baru itu," Paparnya

Dijelaskan, berdasarkan informasi yang diterima, Menteri Komunikasi dan Informatika dinilai menentukan penurunan biaya interkoneksi dengan tidak melibatkan operator seluler. Dari masukan tersebut, menteri tidak melibatkan operator untuk menentukan biaya interkoneksi, tidak melibatkan pemain industri.

"Agar lebih transparan, kita akan mendengar pandangan secara langsung dari operator lain," pungkasnya.
(Adista Pattisahusiwa)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: