SENIN, 8 AGUSTUS 2016

LAMPUNG --- Fenomena maraknya pedagang kaki lima yang mencari penghasilan dengan berjualan di sepanjang trotoar dan di sekitar jalan utama di Jalan Lintas Timur dan Jalan Lintas Sumatera menjadi perhatian bagi pemerintah desa Bakauheni Kecamatan Bakauheni Lampung Selatan. Fenomena pedagang kaki lima yang sebagian memanfaatkan sepadan jalan mengakibatkan dampak sosial dan perubahan tata kota yang dari hari ke hari semakin merubah wajah pintu masuk Pulau Sumatera tersebut.


Sekretaris Desa Bakauheni Dedi Sutomo mendampingi Kepala Desa Bakauheni, Syahroni, mengungkapkan perkembangan jumlah pedagang kaki lima yang mendirikan warung warung semi permanen diantaranya menggunakan triplek, kayu, serta tenda terpal. mulai semakin banyak pada awal tahun 2013. Akibatnya jumlah pedagang kaki lima semakin meningkat yang berimbas beberapa lokasi yang seharusnya menjadi ruang terbuka hijau dipenuhi pedagang kaki lima dan mengakibatkan penyempitan jalan.

“Kita tidak bisa serta merta melakukan penertiban apalagi penggusuran karena selain memberi dampak posiif bagi warga di sini juga menjadi indikator keramahan dan perkembangan ekonomi dengan makin banyaknya usaha baru maka selanjutnya kita upayakan formula khusus untuk penataan pedagang tersebut,” terang Dedi Sutomo saat dikonfirmasi media Cendana News, Senin (8/8/2016)

Beberapa satu strategi alternatif dalam penataan PKL di Kecamatan Bakauheni  antara lain melakukan peninjauan ulang terhadap kebijakan terhadap PKL sebab dengan adanya sosialisasi agar tidak berjualan di pinggir jalan tetap tak diindahkan, berupaya melakukan peningkatkan kemitraan pemerintah desa dan kecamatan dengan PKL, memfasilitasi ruang usaha dan rasa aman berusaha, dan mengoptimalkan sarana prasarana untuk berusaha.


Ia mengaku butuh proses untuk melakukan pendekatan regulasi dan teknis yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Sebab ia mengakui keberadaan PKL harus menjadi potensi ekonomi kota, tanpa menurunkan nilai esetika kota. Perlu kemitraan yang berkelanjutan antara Pemerintah, PKL, masyarakat, swasta, dan pihak pihak lain yang peduli dengan situasi tata kota di Bakauheni.

Salah satu upaya yang sedang dan sudah berjalan menurut Dedi Sutomo didukung oleh pemerintah kecamatan Bakauheni dengan mendukung pihak ketiga yang hendak melakukan penataan lokasi pedagang kaki lima melakukan usaha. Langkah penataan dilakukan oleh pihak ketiga dengan membuat lokasi berjualan yang lebih nyaman dan tidak mengganggu pejalan kaki dengan keberadaan trotoar yang sudah disiapkan.

“Pihak ketiga memang sudah menyediakan lokasi yang dibangun dengan lebih permanen menggunakan rangka baja dan secara estetika lebih sedap dipandang mata karena lebih rapi” ungkap Dedi Sutomo.

Secara teknis ia mengungkapkan strategi penataan pedagang yang ada di sepanjang jalan lintas Timur Sumatera tetap berpihak kepada pedagang dan tidak melakukan tindakan penggusuran. Proses pendirian lokasi berjualan yang dilakukan sebanyak puluhan unit ke depan akan ditambah sesuai dengan kebutuhan pedagang diantaranya penjual oleh oleh serta kebutuhan masyarakat lain yang melakukan perjalanan.

Langkah pemerintah setempat melakukan penataan pedagang kaki lima untuk menempati tempat berjualan baru mendapat respon positif dari beberapa pedagang di lokasi tersebut. Umi, salah satu pedagang oleh oleh mengaku senang jika lokasi berjualan yang baru bisa ditempati selain lokasinya strategis penataan lokasi berjualan lebih indah dibanding sebelumnya menggunakan tenda plastik.


“Intinya kami tetap bisa berjualan dan lokasi yang strategis menjadikan kami bisa tetap melakukan kegiatan berjualan oleh oleh di sini dan yang terpenting lokasi ini tidak kumuh seperti sebelumnya,” ungkapnya.

Ia dan ratusan pedagang di wilayah tersebut diantaranya pedagang makanan dan minuman menyambut positif langkah pemerintah dalam melakukan penataan pedagang. Sebab dengan sistem penataan yang menguntungkan berbagai pihak tetap bisa mempertahankan sisi estetika lokasi yang berada dekat dengan tempat wisata Menara Siger.

Pantauan media Cendana News, revitalisasi tempat berjualan pedagang di sepanjang Jalan Lintas Timur sebagian lokasi sudah ditempati sementara puluhan tempat berjualan sedang dalam tahap penyelesaian. Selain lebih rapi lokasi berjualan yang disiapkan diharapkan tidak mengganggu pejalan kaki dan pengendara.(Henk Widi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: