SELASA, 2 AGUSTUS 2016

LAMPUNG --- UPT Puskesmas Rawat Inap Penengahan (Poned) Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan secara berkelanjutan terus melaksanakan program pemerintah melalui kementerian kesehatan dengan menggunakan bulan Februari dan Agustus sebagai Bulan Vitamin A. Seluruh anak yang berusia 6 bulan sampai 59 bulan akan mendapatkannya secara gratis di Posyandu atau Puskesmas.


Menurut bidan Ani Sukartinah, kepala bagian Gizi Puskemas rawat inap Penengahan, upaya mensukseskan pemberian vitamin A kepada balita sasaran dilakukan dengan mendatangi kegiatan posyandu yang ada di desa cakupan wilayah Puskesmas Penengahan.

“Total sebanyak 43 Posyandu di sebanyak 22 desa yang ada di Kecamatan Penengahan selalu rutin kita kunjungi khususnya pada bulan Agustus ini yang sudah dimulai pemberian vitamin A bagi ibu nifas dan balita,"ungkap bidan Ani Sukartinah saat dikonfirmasi di bagian gizi Puskesmas rawat inap Penengahan, Selasa (2/8/2016).

Sesuai target sasaran setiap Posyandu memiliki jumlah balita dan ibu hamil yang berbeda sehingga koordinasi dengan pihak kader Posyandu di setiap desa sangat diperlukan untuk pencapaian target pemberian vitamin A sebanyak 100 persen.

Sebagai perbandingan sebelumnya pada bulan Februari bagian gizi mencatat pencapaian pemberian vitamin A tercapai sebesar 90 persen yang dilakukan bekerjasama dengan para kader Posyandu di setiap desa.

Bidan Ani Sukartinah mengakui, meski telah dilakukan sosialiasi bahwa bulan Februari dan bulan Agustus sebagai bulan vitamin A, namun faktor kesibukan ibu rumah tangga untuk membawa anaknya ke Posyandu mengakibatkan sasaran pada bulan Februari sempat diangka 90 persen dari total ribuan balita dan ibu nifas di wilayah Puskesmas Penengahan.

Meski demikian, target tercapai jumlah sasaran penerima vitamin A sebanyak 100 persen bisa dilakukan pada awal bulan Maret 2016 dengan kerja keras para kader Posyandu melakukan 'sweeping' kepada setiap pemilik balita yang harus menerima vitamin A dan sosialisasi dari kader pentingnya vitamin A.

“Selain sweeping beberapa ibu yang hamil atau memiliki balita ada yang tinggal dan bekerja di Serang dan baru bisa menerima vitamin A saat pulang kampung sehingga kesempatan diberikan bulan Maret demikian juga pelaksanaan bulan Agustus ini target kita seratus persen,”ungkap Ani Sukartinah.

Pada awal bulan Agustus sasaran pemberian vitamin A difokuskan pada Posyandu yang ada di desa desa yang lokasinya jauh dari Puskesmas dengan Posyandu sasaran diantaranya di Desa Sukabaru menyesuaikan jadwal masing masing posyandu. Setiap Posyandu menurut Ani memiliki masing masing sebanyak 5 kader yang bertugas melakukan sosialisasi dan juga pendataan sasaran balita penerima vitamin A dan kaum ibu hamil.

Bidan Ani mengakui selama ini upaya mensukseskan berbagai program pemberian gizi termasuk pemberian vitamin A dengan pencanangan bulan Februari dan Agustus sebagai bulan vitamin A tak lepas dari peranan kaum ibu kader Posyandu. Ia bahkan mengapresiasi kader posyandu yang menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan program kesehatan dan justru kader Posyandu melakukan tugasnya dengan baik sebab peranan posyandu sengaja dibentuk untuk masyarakat dan dari masyarakat.

Pentingnya pemberian vitamin A bagi anak Balita dan ibu hamil tercatat dari data organisasi kesehatan dunia World Health Organisation (WHO) yang mencatat  terdapat 250 juta anak pra-sekolah di seluruh dunia mengalami kekurangan vitamin A. Setiap tahun terdapat sekitar 250.000 – 500.000 anak mengalami kebutaan dan separuh anak ini kemudian meninggal dalam jangka waktu 12 bulan akibat kekurangan vitamin A. Di Indonesia program suplementasi vitamin A aktif dikampanyekan sejak tahun 1970-an dan masih terus digalakkan hingga saat ini.


Vitamin A atau retinol adalah salah satu vitamin yang larut dalam lemak, di dalam tubuh disimpan di hati. Vitamin A berfungsi dalam proses pembentukan dan pertumbuhan sel darah merah, sel limfosit dan antibodi sehingga berperan dalam sistem kekebalan tubuh. Vitamin A juga bermanfaat bagi kesehatan mata dan kulit, menjaga kesehatan mukosa saluran pernafasan, berperan dalam proses perkembangan embrio dan reproduksi. Vitamin A juga merupakan antioksidan kuat yang dapat menangkal radikal bebas berbahaya bagi tubuh.

Secara tekhnis, bidan Ani Sukartinah mengakui,suplementasi secara berkala vitamin A dosis tinggi ditujukan untuk memenuhi kebutuhan terhadap vitamin A, mencegah defisiensi vitamin A, dan untuk membangun cadangan vitamin A dalam hati. Pemberian 200.000 IU (dosisi tinggi) kepada anak usia 6-59 bulan akan memberikan pengaruh pencegahan selama 3 hinggga 6 bulan atau bergantung pada ketergantungan vitamin A dalam bahan pangan dan kecepatan dalam menggunakan vitamin tersebut. 

Selain itu pemberian vitamin A pada anak memberikan berbagai manfaat, diantaranya mengurangi angka kesakitan, mengurangi angka kematian akibat infeksi campak, diare, mencegah rabun senja, xeroftalmia, kerusakan kornea dan kebutaan, meningkatkan kekebalan tubuh terhadap serangan infeksi, serta mencegah anemia.

"Pemberiannya pun sederhana dengan adanya sejenis kapsul yang berisi vitamin A dengan cara diberikan di mulut penerima agar bisa ditelan dan kader Posyandu pun bisa memberikan kepada Balita saat kegiatan Posyandu,”ungkap Ani.

Meski demikian khusus bayi belum genap berusia 6 bulan, sumber vitamin A sepenuhnya diperoleh dari ASI, terutama bila ibunya mendapatkan suplemen vitamin A selama hamil dan setelah melahirkan. Namun jika pemberian ASI-nya tidak mencukupi dan selama hamil atau saat masa nifas, ibu tidak mendapatkan vitamin A, maka bayi dapat diberikan vitamin A dengan dosis 25.000 IU yang diberikan pada interval 2-3 bulan dengan maksimal pemberian 3 dosis, hingga bayi berumur 6 bulan dan bisa diberikan vitamin A dosis 100.000 IU (kapsul biru).

Suplementasi vitamin A juga diberikan kepada ibu nifas (ibu yang baru melahirkan hingga periode 6 minggu setelah melahirkan). Akibat kehilangan sejumlah darah saat proses persalinan, seorang ibu nifas dapat juga mengalami kekurangan vitamin A dalam tubuhnya. Sehingga pemberian vitamin A dosis tinggi dengan dosis 200.000 IU (kapsul merah) perlu dilakukan.

Disamping itu pula, pemberian kapsul vitamin A pada ibu setelah melahirkan dapat meningkatkan status vitamin A dan jumlah kandungan vitamin tersebut dalam ASI. Dosis pemberiannya sebanyak dua kali, yaitu segera setelah melahirkan sebanyak satu kapsul 200.000 IU, dilanjutkan satu kapsul pada hari berikutnya minimal 24 jam sesudah kapsul pertama, dan tidak lebih dari 6 minggu kemudian.

Dengan dosis ini maka menurut Ani Sukartinah diharapkan akan menurunkan angka kematian pada ibu dan bayi, berkurangnya penyakit infeksi paska persalinan, mencegah gangguan penglihatan seperti rabun senja, mempercepat proses pemulihan dan mencegah anemia.

Pemberian vitamin A dosis tinggi selain diberikan pada anak usia dibawah 5 tahun setiap enam bulan, ibu hamil dan ibu nifas, juga diberikan pada keadaan tertentu seperti pada anak dengan kasus xeroftalmia, campak dan gizi buruk (marasmus, kwashiorkor dan marasmik kwashiorkor). Dosis pemberiannya disesuaikan dengan umur anak, diberikan pada hari pertama (saat ditemukan), hari kedua dan dua atau empat minggu kemudian.

Vitamin A ini secara berkala akan diberikan secara gratis dan dapat diperoleh di seluruh sarana fasilitas kesehatan (rumah sakit, puskesmas, puskesmas  pembantu (Pustu), polindes/poskesdes, balai pengobatan, praktek dokter/bidan swasta), posyandu, sekolah Taman Kanak-kanak, Pos PAUD termasuk kelompok bermain, tempat penitipan anak, dan sebagainya sepanjang bulan Agustus. Target 100 persen dari sekitar 1000 balita dan anak anak dan ibu hamil dan menyusui diharapkan tercapai pada bulan Agustus 2016 sudah diberikan vitamin A.
[Henk Widi]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: