SELASA, 30 AGUSTUS 2016

LARANTUKA – Komunitas peduli korabn penyanderaan bertekad akan ke Jakarta agar bisa menggelar demo di Istana Negara. Rencana ini dilakukan agar presiden dan pemerintah pusat bisa menindaklanjuti permintaan keluarga korban.


Hal tersebut disampaikan Benedikta B.C da Silva ketua Yayasan permata Bunda Berbelas Kasih saat ditemui Cendana News, Selasa (30/8/2016).

Dikatakan Noben sapaannya, keluarga korban merasa kecewa sebab pemerintah dan perusahaan tempat kerja suami mereka tidak kunjung memberikan jawaban yang memuaskan.

“Dalam waktu 2 sampai 3 bulan sejak mereka disandera tidak ada tindak lanjutnya, kami akan demo ke Istana Negara bersama komunitas Lamaholot di Jabodetabek agar presiden bisa mendengar langsung keluhan keluarga korban,” ujarnya.

Anak-anak muda komunitas peduli korban penyanderaan di Flores Timur (Flotim) mempunyai komitmen dan kompak untuk mendorong pemerintah memperhatikan nasib korban penyanderaan dan keluarganya.

“Bila belum ada berita aktual terkait nasib suami mereka, kami akan adakan aksi lagi sebab sampai saat ini isteri dan keluarga juga belum mendapat kepastian terkait nasib suami mereka yang disandera,” tuturnya.

Ha senada juga disampaikan ketua Gertak Flotim Kanisius Ratu Soge, kemunhgkinan besar pihaknya akan melakukan aksi di Jakarta segera mungkin biar pemerintah pusat membuka mata terkait nasib korban penyandera beserta isteri dan anak-anak mereka.

“Keluarga korban sangat sedih sebab informasi terkait nasib suami mereka tidak didapatkan. Pemerintah daerah juga tidak lagi datang menanyakan nasib isteri dan anak-anak mereka di desa Laton Liwo,” tegasnya.
[Ebed De Rosary]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: