KAMIS, 25 AGUSTUS 2016

SUMENEP --- Kekesalan masyarakat Desa Lebeng Barat, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur kian memuncak setelah sekian lama jalan poros kecamatan yang rusak parah tak kunjung di perbaiki. Sehingga masyarakat beramai-ramai melampiaskan kekecewaan dengan menanam pohon pisang ditengah jalan yang mengalami kerusakan cukup parah tersebut.

Sejumlah warga sedang menanam pohon pisang ditengah jalan yang rusak parah.
Kerusakan jalan akses ke beberapa kecamatan dari desa setempat telah meresahkan masayarakat, karena itu menjadi penghambat perekonomian warga. Karena masyarakat yang ada di desa tersebut tidak memiliki jalan alternatif lain ketika hendak bepergian maupun melakukan aktifitas perekonomian, sehingga warga yang melintas harus lebih berhati-hati agar tidak terjadi kecelakaan.

“Aksi tanam pohon pisang ini merupakan bentuk protes dan kekecewaan masyarakat yang selama ini jalan rusak parah tak kunjung diperbaiki. Karena jalan ini merupakan akses utama bagi masyarakat yang ada di desa ini, sehingga jika dibiarkan rusak parah, akses perekonomian warga terhambat,” kata Ansori (21), salah seorang warga setempat, Kamis (25/8/2016).


Disebutkan, bahwa kerusakan jalan tersebut diperkirakan sudah hampir selama sepuluh tahun, namun sayang sampai sekarang belum ada perhatian serius dari pihak terkait. Sehingga dari hari ke hari aspal jalan yang mengelupas semakin meluas, akibatnya bebatuan mulai bermunculan yang menyebabkab pengendara harus ekstra berhati-hati.

“Kami kecewa terhadap pemerintah yang tidak pernah memperhatikan kerusakan jalan ini, karena ini akses utama perekonomian masyarakat, sehingga selayaknya diperhatikan. Bahkan di jalan ini sudah sering terjadi kecelakaan akibat jalan yang aspalnya sudah mengelupas,” jelasnya.

Pihaknya selama ini merasa tidak lagi diperdulikan, sebab banyak jalan poros kecamatan yang ada di daerah setempat sudah diperbaiki, sehingga mereka semakin kecewa karena di desa tersebut tetap saja tak kunjung diperbaiki. Jalan yang mengalami kerusakan parah itu merupakan jalan penghubung dua kecamatan, yaitu Kecamatan Pasongsongan dan Kecamatan Guluk-guluk. 
(M. Fahrul)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: