KAMIS, 4 AGUSTUS 2016

MAUMERE – Warga dusun Ililewa desa Watutedang kecamatan Lela kabupaten Sikka yang rumahnya rusak diterjang gelombang pasang, Rabu (3/8/2016) setuju relokasi asal pemerintah serius menangung biaya pembangunan rumah warga. Demikian disampiakn Martius Tiu dan Irgenis Maria Dua Soru saat ditemui Cendana News, Kamis (4/8/2016).


Martius yang tinggal bersama 7 anggota keluarga lainnya mengakui akan pindah tenpat tinggal di lokasi tanah yang dimiliki di sebelah atas jalan.

Hal senada juga disampaikan Irgenis yang tinggal bersama 6 anggota keluarga lainnya, Bagi Irgenis, lokasi rumah milik mereka yang sekarang sudah tidak akan ditempati lagi karena mereka takut suatu saat gelombang pasang akan merubuhkan rumah mereka.

“Kalau pemerintah siapkan dananya untuk membangun rumah kami siap pindah dan bangun rumah. Kami juga takut bila tinggal disini terus,” ujar Irgenis.

Yuvinus Reko, kepala desa watutedang yang ditemui Cendana News di lokasi bencana juga mengatakan hal senada, Disebutkan, warga memang merasa takut bila tinggal terus di pesisir pantai dan hal ini pernah disampaikan kepada dirinya.


“Gelombang besar biasa terjadi tapi yang paling besar terjadi tahun ini. Kami sudah sepakat dengan warga di pesisir dan mereka sudah menyetujui untuk pindah ke tanah milik mereka,” tuturnya.

Ditambahkan Kades yang sudah menjabat 13 tahun ini, pemerintah sudah membuka jalan usaha tani di sebelah utara jalan raya utama. Jalan tersebut membelah bukit hingga ke desa Iligai di seberang bukit sehingga warga bisa membuat rumah di daerah ini.

Saat ditanyai apakah pernah ada proyek pembangunan tanggul, Yuvinus katakan, tahun 2015 lokasi pesisir pantai pernah diukur oleh dinas PU, Pertambangan dan Energi  Sikka untuk dibuatkan  tanggul sepanjang 600 meter.

“Sampai saat ini belum terealisasi sehingga bila tidak jadi dibangun tanggul sebaiknya dilakukan relokasi saja,” tegasnya.

Selain itu, bantuan bagi warga yang terkena musibah sudah mulai berdatangan sejak Rabu (3/8/2016) malam. Selain bantuan makanan dan terpal, oleh dinas Sosnakertrans Sikka dan BPBD Sikka, juga ada bantuan dari pihak ketiga.

Para guru dari SDK Lela, Kamis (4/8/2016) mendatangi lokasi bencana dan memberikan bantuan. Kepada awak media di lokasi bencana, Yanti Friska perwakilan guru mengatakan, pihaknya mengambil dana dari sekolah dan juga sumbangan guru dan anak murid.

“Ini bantuan kepedulian bagi anak-anak didik yang sekolah di sekolah kami.Ada 4 anak didik kami yang mengalami musibah sehingga kami datang memberikan bantuan,” sebutnya.

Yanti yang didampingi Maria Dolorosa, Rilna Parera dan guru lainnya memberikan bantuan berupa bahan makanan seperti kie instan.Selain itu juga ada kopi dan gula. Selain dari SDK Lela, bantuan juga datang dari Osis SMAN 2 Maumere berupa uang sejumlah 400 ribu rupiah. 

Kades Lela, Yuvinus mengaku warga sudah mendapat bantuan  makanan kaleng,beras 14,5 kilogram per KK dari Dinsos dan BPBD.

Data dari staf desa Watutedang yang diperoleh Cendana News menyebutkan, jumlah KK yang berdiam di pesisir pantai mencapai 56 KK dengan jumlah sebanyak 45 rumah.

Sementara itu jumlah jiwa yang menempati rumah-rumah tersebut sebanyak 180 jiwa dimana terdapat 23 orang lansia, anak sekolah sebanyak 64 orang serta 17 balita.
[Ebed De Rosary]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: