KAMIS, 4 AGUSTUS 2016

SOLO --- Sebuah saluran irigasi di Desa Toh Kuning, Kecamatan Karangpandang, Karanganyar, Jawa Tengah ambrol. Puluhan hektare lahan perrtanian yang biasa menggunakan saluran irigasi itupun terancam kekeringan, karena dipastikan tidak ada suplai air hingga talud irigasi itu diperbaiki.


Menurut  warga setempat Ratno, ambrolnya talud satu-satunya irigasi yang ada di lahan pertanian ini karena bagian pondasi saluran irigasi itu tergerus alias sungai Dengkeng yang ada di bawahnya cukup deras. Akibatnya talud saluran irigasi sepanjang 30 meter tersebut ambrol.

“Diperkirakan talud sudah tidak kuat menahan air yang dari atas hingga ambrol ke sungai,” papar Ratno bersama dengan salah satu petugas Desa setempat.

Ambrolnya talud saluran irigasi  di Desa Toh Kuning, Kecamatan Karangpandan,  mengakibatkan lahan pertanian padi  seluas 60 hektare tidak mendapat suplai air. 60 hektare lahan sawah yang saluran irigasinya tersendat itu terdapat di dua desa, yakni di Desa  Toh Kuning sendiri dengan Desa Suwurejo, Kecamatan Mojogedang. 


“Talud yang ambrol ini dengan panjang sekitar 30 meter dan kedalaman 15 meter,” ucapnya.

Selain membuat irigasi  terhambat,  ambrolnya talud irigasi itu membuat pipa air bersih yang ditanam di dalam talud juga putus. Suplai air bersih untuk warga sekitar juga ikut tersendat karena kejadian tersebut. Warga berharap saluran irigasi tersebut segera dibangun kembali,  karena merupakan satu-satunya talud irigasi  yang diandalkan warga di dua desa tersebut.

“Dulu 2004 pernah ambrol juga sepanjang 20 meter. Selian irigasi menjadi putus, suplai air besih untuk 300 kepala keluarga juga tersendat. Ini yang membuat warga berharap ambrolnya saluran irigasi dan air bersih ini minta sepetnya diperbaiki,” pungkasnya. (Harun Alrosid)  
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: