MINGGU, 21 AGUSTUS 2016

LAMPUNG --- Menikmati akhir pekan bersama keluarga menjadi pilihan setelah bekerja dan melakukan aktifitas. Satu lokasi wisata di dekat kota Bandarlampung yang sering dikunjungi wisatawan diantaranya Taman Kupu Kupu Gita Persada. Tempat wisata Selain itu pilihan wisata terbuka sangat cocok untuk mengajak anak anak usia sekolah untuk memperkenalkan berbagai jenis kupu kupu yang ada di lokasi tersebut.


Lokasi ini sekaligus menjadi destinasi wisata pendidikan Saat akhir pekan, Taman Kupu Kupu Gita Persada, bisa menjadi pilihan tepat bagi para remaja dan masyarakat yang berminat menikmati suasana sejuk dan sepi. Tempat wisata yang  berada di Jalan Wan Abdurahman Tanjung Gedong, Kemiling, Bandar Lampung, ini dapat ditempuh selama 30 menit perjalanan dari pusat kota.

Pengunjung cukup mengeluarkan uang untuk biaya masuk Rp 10 ribu perorang. Suasana sejuk dari rindangnya berbagai pohon dan tanaman bunga yang indah yang bisa ditemui di lokasi tersebut. Berbagai kupu kupu beragam warna berterbangan di Taman Kupu Kupu Gita yang memiliki luas 4,8 ha dengan cara mengabadikan menggunakan kamera telepon genggam dan kamera SLR.

Pengelola Taman Kupu Kupu Gita Persada, Fusi Anita mengatakan, terdapat sekitar 180 spesies kupu-kupu yang ada di taman tersebut. Pengunjung dapat melihat berbagai jenis kupu-kupu yang ada di wilayah Pulau Sumatera. Salah satu kupu kupu yang bisa ditemui  termasuk spesies langka Troides helena dan Cefthosia hypsea. 

"Tidak hanya kupu-kupu, di sini juga kami memiliki 10 ekor kura-kura. Pengunjung juga dapat melihat tupai, katak, lebah, laba-laba, dan hewan liar lainnya,"sebutnya.

Fusi mengatakan, Taman Kupu Kupu Gita Persada dikelola Yayasan Sahabat Alam sejak 1998. Didirikan oleh Herawati Soekardi bersama suaminya, Ansori Djausal dengan tujuan menghadirkan kembali kupu kupu di sekitar kita. Herawati Soekardi merupakan ahli kupu-kupu yang menjadi dosen Biologi pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) di Universitas Lampung.

Di lokasi Taman Kupu Kupu Gita Persada pengunjung bisa melihat sejarah tentang kupu kupu yang semuanya tersimpan di museum kupu kupu. Di sini, pengunjung dapat melihat ratusan kupu kupu yang telah diawetkan sejak 2002 dan dilengkapi nama kupu-kupunya. Selain itu lukisan kupu-kupu, serta ornamen meja, kursi dan patung yang terbuat dari kayu makin menambah kesan klasik. Berbagai aksesoris seperti kalung, cincin, gelang, gantungan, dan lainnya yang berbentuk kupu-kupu tersedia serta dapat dibeli untuk menambah koleksi pengunjung.

Jenis kupu-kupu yang juga terdapat di Taman Kupu Kupu Gita Persada diantaranya  Limau Halom, Limau Tutul, Kupu Hijau, Sirsak Biru, Sirsak Hijau, Ekor Pedang, Cacapuri, Johar Kuning, Kertas, Buntar, Daun Coklat, Widuri, Kepompong Emas, Perut Merah, Limau Balak,dan sebagainya.

Dilengkapi berbagai fasilitas Taman Kupu Taman Kupu Kupu Gita Persada menyediakan pendopo untuk acara keluarga. Sarana bermain anak seperti ayunan, perosotan, dan jungkat jungkit. Ada 3 rumah pohon yang dapat dinaiki pengunjung untuk melihat seluruh taman dari atas pohon. Rumah pohon merupakan salah satu fasilitas favorit yang digunakan para pengunjung terutama remaja. Selain itu beberapa tempat sering digunakan pengunjung untuk berswafoto untuk selanjutnya diunggah di media sosial.

Fusi menerangkan fasilitas penunjang lainnya diantaranya terdapat 7 wc umum, ada pula museum kupu-kupu untuk memberikan informasi terkait berbagai jenis kupu-kupu dari pajangan kupu-kupu yang telah diawetkan. Museum kupu kupu sering menjadi rujukan bagi pengunjung yang hendak melihat berbagai jenis kupu kupu yang sudah diawetkan dan dibentuk dalam bingkai bingkai.

“Sesuai namanya taman kupu kupu ini ini memiliki fasilitas utama berupa penangkaran untuk melihat langsung perkembangbiakan kupu-kupu yang hidup dan masih dikembangbiakkan di lokasi ini,”terang Fusi Anita saat ditemui Cendana News,Minggu (21/8/2016).

Fusi mengungkapkan pengembangan museum akan segera dilakukan sehingga museum lama akan difungsikan sebagai rumah singgah. Untuk menambah kenyamanan, pengunjung juga dapat menggunakan fasilitas pendopo, rumah pohon, wc umum, penangkaran kupu-kupu, dan sarana bermain anak tanpa tambahan biaya. Bahkan di taman kupu kupu disiapkan sebanyak tiga rumah pohon, wc umum ada tujuh, sementara perosotan, ayunan, dan jungkat jungkit juga tersedia untuk anak-anak bermain.


Sementara pengunjung yang ingin mengetahui lebih banyak tentang kupu-kupu bisa masuk ke area penangkaran. Bahkan menurut Fusi sebagian pengunjung pada hari biasa didominasi oleh siswa sekolah yang didampingi oleh guru terutama siswa pecinta alam dan Karya Ilmiah Remaja (KIR).

"Pengunjung dapat mengetahui mengenai metamorfosis kupu. Serta dapat melihat telur, ulat, kepompong, dan kupu-kupu dari berbagai jenis, bahkan dapat menyentuhnya langsung," terangnya.

Salah satu fasilitas lain berupa Tea house yang merupakan area pengunjung yang ingin menikmati minuman atau makanan yang disediakan Taman Kupu Kupu Gita Persada.

Meski menyediakan kafe. di lokasi tersebut namun pengunjung tidak dilarang membawa makanan dari luar. Sementara yang mungkin tidak membawa makanan, dapat memesan di area tea house dengan harga menu yang hanya berkisar Rp 5 - 10 ribu.

Sebagian besar pengujung adalah pelajar mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA hingga mahasiswa. Sementara itu hungga saat ini kunjungan ke taman kupu kupu ering guru sekolah atau dosen mengajak muridnya kesini untuk mempelajari kupu-kupu. Selain itu pengunjung juga berasal dari keluarga yang rekreasi, dan pasangan yang melakukan pra wedding.

Devina,Uhty dan beberapa pengunjung Taman Kupu Kupu mengunjungi lokasi ini karena memiliki lokasi yang sejuk dan bisa melihat berbagai jenis kupu kupu yang selama ini belum pernah dilihat selama di luar. Mereka merupakan warga asal Way Kanan dan Bandarlampung yang menyempatkan mengunjungi taman kupu kupu untuk mengisi liburan sekolah.
[Henk Widi]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: