MINGGU, 28 AGUSTUS 2016

LAMPUNG --- Jalanan berliku dari Jalan Lintas Sumatera menyusuri perkampungan dengan kondisi jalan beraspal mulus menyapa wisatawan yang akan menuju destinasi wisata bahari di Desa Bulok Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung. 


Setelah menyusuri jalanan kampung berliku yang cukup mulus sepanjang kurang lebih tiga kilometer wisatawan disuguhkan dengan jalan berbatu yang membuat kendaraan harus dipacu dengan lebih berhati-hati. Namun perjalanan dengan rute jalan berbatu tersebut terasa tidak membosankan dengan banyaknya tanaman karet yang merupakan tanaman milik PT Perkebunan Nasional (PTPN) VII unit usaha Bergen. Jajaran tanaman karet ratusan hektar yang ditanam hingga pesisir pantai Teluk Nipah terlihat rapi dan menarik bagi pecinta fotografi sebelum wisatawan mencapai destinasi utama pantai Teluk Nipah.

Kondisi jalan berbatu tersebut berubah menjadi jalanan tanah sepanjang satu kilometer dengan kontur perbukitan dan tebing,sungai, di kanan dan kiri lengkap dengan sajian hutan karet yang rapi tersusun menghijau di kejauhan menyelimuti perbukitan perbukitan di kawasan milik PTPN VII unit usaha Bergen tersebut. Beberapa bukit dan tebing tersebut menjadi pemandangan yang cukup menarik bagi wisatawan yang hendak menikmati wisata pantai yang ada di Kalianda tersebut.

“Selama ini wisatawan memang berpikir dua kali untuk menuju lokasi wisata Teluk Nipah karena kondisi jalan yang belum bagus dan masih sulit menggunakan moda transportasi mobil rata rata harus menggunakan kendaraan roda dua” ungkap Oki Hernanda yang merupakan pegiat lingkungan sekaligus ketua karang taruna Desa Bulok saat ditemui media Cendana News, Minggu (28/8/2016)


Pengunjung destinasi wisata tersebut menurut Oki hingga kini rata rata didominasi oleh peminat wisata khusus diantaranya penghobi memancing, wisata petualangan alam serta penyuka adventure karena kondisi pantai Teluk Nipah yang memiliki kontur perbukitan dan tebing. Perjalanan dengan menyusuri jalan berbatu dan jalan tanah akhirnya bisa terbayar dengan sajian pantai yang cukup panjang sekitar satu kilometer dari ujung ke ujung dengan pasir berwarna putih dan ombak yang berasal dari Teluk Lampung.

Lokasi yang masih asri dan belum dikelola tersebut membuat pengunjung cukup membayar uang keamanan yang dikelola oleh karang taruna setempat dengan fasilitas tempat berteduh gubuk gubuk untuk berteduh. Selain bisa menikmati deburan ombak di bawah pohon pohon nipah pengunjung juga bisa menikmati tebing tebing menawan setinggi belasan meter yang cukup menarik dan unik akibat terjangan ombak. Beberapa pengunjung bahkan menggunakan tebing tersebut sebagai spot memancing dari pinggir tebing.

“Sebagian wisatawan memang datang ke lokasi ini untuk memancing dan sebagian untuk hunting foto karena beberapa spot cukup menarik untuk diabadikan menggunakan kamera”ungkap Oki.

Oki mengungkapkan saat ini potensi wisata bahari di Teluk Nipah cukup menarik bahkan menjadi tujuan wisata bagi anak anak muda kekinian yang belum pernah mengunjungi lokasi tersebut. Namun infrastruktur jalan yang belum memadai membuat wisatawan belum banyak yang berkunjung bahkan saat akhir pekan justru banyak dikunjungi para penghobi memancing atau kegiatan yang bersifat masal dan terkoordinir untuk memperkenalkan wisata Teluk Nipah.


Oki dan warga di sekitar Teluk Nipah yang tinggal di Desa Bulok berharap pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bisa melakukan perbaikan infrastruktur jalan serta pembuatan tempat istirahat yang ada di pantai wisata Teluk Nipah. Sebab selama ini akses yang sulit menjadi penyebab pantai tersebut jarang dikunjungi wisatawan terutama dengan menggunakan kendaraan roda empat.

Sebagai pegiat lingkungan Oki mengakui keindahan pantai Teluk Nipah tidak kalah menarik dengan pantai pantai yang ada di Lampung Selatan, namun akses yang masih jauh dari sempurna membuat pantai lain yang tidak lebih bagus justru lebih banyak dikunjungi. Sajian ombak berkejaran di pasir putih,tebing batu menawan dan melihat nelayan tradisional memancing menjadi sajian menarik di Pantai Teluk Nipah.

Salah satu pecinta wisata bahari yang aktif di media sosial Instagram, Andini, mengungkapkan sudah berkali kali mengunjungi lokasi wisata Pantai Teluk Nipah. Baginya pantai Teluk Nipah sama bagus dan uniknya dengan pantai pantai yang ada di Bali lengkap dengan pasir putih,perbukitan,tebing dan pesona alam yang ditawarkan. Namun lokasi yang tersembunyi dan infrastruktur kurang memadai menjadikan lokasi tersebut kurang diminati.

“Selama ini kan angkutan umum ke lokasi Pantai Teluk Nipah hanya maksimal dengan kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat yang biasa untuk medan sulit jadi ya belum banyak yang ke lokasi ini” ungkapnya.


Andini yang juga pengurus karang taruna Desa Bulok terus mempromosikan destinasi wisata tersebut dengan melakukan undangan kepada pegiat wisata dan pegiat lingkungan ke lokasi tersebut. Harapannya lokasi wisata yang indah tersebut semakin dikenal tidak hanya di media sosial tapi semakin banyak orang yang langsung menikmati keindahan pantai tersebut.

Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terus berusaha mendongkrak kunjungan wisatawan dengan melakukan upaya membenahi sektor wisata di ujung Selatan Pulau Sumatera tersebut. Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan bahkan berharap pengembangan ekonomi kreatif masyarakat di lokasi wisata dapat menambah penghasilan masyarakat. Salah satunya dengan mengembangkan kerajinan-kerajinan dari pelepah pisang atau batok kelapa yang memang banyak terdapat di lokasi tersebut. Usaha lain diantaranya dengan mencoba menarik investor dalam bidang kepariwisataan dan gencar melakukan promosi.
(Henk Widi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: