MINGGU, 21 AGUSTUS 2016

LAMPUNG --- Pengiriman satu truk berisi ratusan egg tray komoditas telur berhasil digagalkan oleh petugas Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandarlampung wilayah kerja Bakauheni. Telur sebanyak 7 ton tersebut diamankan sesaat setelah menyeberang ke Merak Banten dan berkat kejelian petugas pengiriman telur tanpa dokumen tersebut dikembalikan ke Pulau Sumatera.


Menurut Penanggungjawab kantor Karantina Wilayah Kerja Pelabuhan Bakauheni, Drh.Azhar, pengamanan telur tanpa dokumen tersebut sudah menjadi target operasi (TO) petugas karantina sejak truk tersebut berangkat dari Padang, Sumatera Barat berdasarkan informasi adanya pengiriman telur dengan dokumen yang diduga palsu. Namun dalam perjalanan pengiriman telur tanpa dokumen tersebut berhasil lolos dari pantauan petugas karantina yang bertugas di Pelabuhan Bakauheni.

“Kemungkinan besar pengemudi dan pengurus truk berhasil mengelabui petugas dengan cara melakukan pengiriman pada saat petugas lengah, tapi langsung kita berkoordinasi dengan petugas karantina Merak,”ungkap Drh. Azhar saat dikonfirmasi Cendana News, Minggu (21/8/2016).

Berkordinasi dengan petugas karantina Cilegon Merak, petugas karantina memeriksa dokumen pengiriman yang dibawa. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut petugas karantina Cilegon Merak membuat surat penolakan dan mengembalikan ke karantina Bakauheni.

Kecurigaan petugas bermula saat pemeriksaan karena nomornya janggal karena hanya berupa bukti scan dan tanggal yang sudah kadaluarsa, jika tak diperhatikan secara seksama terlihat asli namun surat tersebut bisa dikatakan palsu. Sopir diduga tidak mengetahui karena hanya diminta mengantar.

Sopir truk, IL (36) mengaku tak mengetahui bahwa dokumen yang disertakan untuk pengiriman telur tersebut palsu. Bahkan secara kasat mata dengan warna yang seperti asli ia pun tak bisa membedakan dokumen Surat Keterangan Kesehatan Hewan dan Produknya bukan surat yang asli. Ia mengaku tidak terlalu memperhatikan dokumen yang dimaksud sebab ia hanya sopir yang diminta untuk mengirimkan barang tersebut sampai ke tujuan.

"Sepintas terlihat mirip tapi ketika saya diminta mengirimkan telur tersebut saya angkut saja karena biasanya saya mengirim barang kelontong. Baru kali ini saya membawa telur," ujar Indra.

Menurut Drh. Azhar, satu truk telur asal Padang Sumatera Barat tersebut berisi sebanyak 360 ikat egg tray kardus atau 108.000 butir atau seberat 7 ton tujuan Jakarta diduga bukan berasal dari peternakan besar. Setelah diperiksa secara mendalam dokumen yang  disertakan hanya berupa  fotocopy Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dan diduga palsu. Selain menggunakan surat diduga palsu satu truk telur tersebut rencananya akan dikirimkan ke Jakarta meski dalam kondisi sebagian busuk. 

Sementara itu menurut Buyung Hadianto selaku penyidik Pegawai Negeri Sipil yang bertugas di BKP Wilker Bakauheni mewakili Kepala kantor BKP, drh. Azhar berdasarkan aturan surat tersebut berlaku selama satu bulan sejak dikeluarkan. Buyung mengungkapkan untuk sementara telur tersebut akan diamankan di kantor BKP Bakauheni sampai pemiliknya bisa menunjukkan dokumen yang resmi.

"Pemilik sempat menghubungi dan berjanji akan mengurus dokumen yang berasal dari Dinas Kesehatan setempat untuk sementara telur diamankan di BKP Bakauheni dan jika tidak bisa menunjukkan surat asli, akan dimusnahkan," tegas Buyung.


Sebelumnya petugas BKP Bakauheni dalam beberapa bulan  terakhir bahkan telah mengamankan dua truk telur yang akan dikirimkan ke Serang Timur dari daerah Binjai Sumatera Utara dan dari Medan Tujuan Jakarta yang melakukan pengiriman tanpa dokumen.

Upaya pengamanan telur tanpa dokumen tersebut menurut Buyung mengacu pada Undang Undang No 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. Selain menyalahi undang undang, tindakan pengamanan  dilakukan untuk menghindari upaya pengiriman komoditas pertanian tanpa disertai dokumen resmi.
[Henk Widi]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: