SENIN, 22 AGUSTUS 2016

MATARAM --- Adanya Isu kenaikan harga rokok yang akan mulai diberlakukan bulan September mendatang oleh pemerintah perlu mendapat kajian dan dipikirkan, terutama dampaknya terhadap petani terutama NTB sebagai daerah penghasil tembakau.


"Setiap kebijakan sudah pasti akan memiliki dampak terhadap masyarakat, termasuk soal isu kenaikan harga rokok dipastikan akan berdampak terhadap petani," kata Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin di Mataram, Senin (22/8/2016).

Menurutnya, kebijakan menaikkan harga rokok, tidak saja menyangkut persoalan kesehatan semata, tapi juga menyangkut kehidupan petani, terutama petani NTB yang hampir sebagian besar merupakan petani tembakau.

Jangan sampai kebijakan yang tujuannya menyelesaikan masalah, justru menyisakan masalah bagi petani tembakau di NTB yang selama ini masih menjadikan tembakau sebagai tanaman primadona yang belum tergantikan.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD NTB, Mahally Fikri mengaku mendukung rencana kebijakan pemerintah menaikkan harga rokok untuk mengurangi jumlah perokok yang telah mengganggu kesehatan.

"Kalau petani tembakau, dengan adanya kebijakan tersebut justru akan diuntungkan, dengan harga rokok mahal, jelas harga daun tembakau petani akan mahal," tutupnya.
[Turmuzi]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: