SENIN, 29 AGUSTUS 2016

MEDAN --- Aksi teror bom yang terjadi di Gereja Santo Yosep, Medan, Sumatera Utara, dinilai dapat memicu rusaknya nilai-nilai toleransi. Aksi yang terjadi di salah satu rumah ibadah umat kristiani tersebut disebut memicu pergolakan antar agama.


“Ini bisa jadi memicu konflik antar umat beragama disana (Medan), hal tersebut jelas merusak kedamaian dan keberagaman yang sudah terjalin dengan baik” ujar Fandi, alumni Sekolah Keberagaman Lhokseumawe, kepada Cendana News, Senin (29/8/2016).

Ia menambahkan, aksi teror yang tejadi di rumah ibadah ataupun di tempat-tempat suci lainnya yang sakral bagi umat bergama, kerap menjadi pemicu konflik. Akibatnya, kata Fandi, konflik antar umat beragamapun tidak bisa dihindarkan.

Padahal, lanjutnya, aksi teror tersebut sebenarnya sama sekali tidak berkaitan dengan nilai-nilai keagamaan. Aksi keji tersebut menurutnya dilakukan oleh sekolompok teroris yang tujuannya adalah memecah belah masyarakat.

“Itu (teror) kerjaan teroris yang sengaja dilakukan untuk memcah belah kita, memecah belah masyarakat antar satu agama dengan agama lain, itu perbuatan yang sangat keji. Tidak ada nilai keagamaan, yang katanya syahid dan sebagainya dalam aksi-aksi teror seperti itu” katanya.

Ia melanjutkan, tidak ada satupun agama yang menyetujui aksi teror atau bom bunuh diri yang bertujuan menyebarkan teror dan membunuh sesama. Perbuatan tersebut, katanya sengaja dilakukan untuk mengadu domba masyarakat.

Fandi berharap, masyarakat tidak mudah terprovokasi dari aksi yang disebutnya terkutuk tersebut. 

“Kita harap masyarakat tidak mudah terprovokasi, tidak menimbulkan reaksi negatif terhadap agama atau orang lain, perbuatan itu adalah perbuatan terkutuk” pungkas Fandi.

Sebagaimana diketahui, teror bom bunuh diri terjadi di Gereja Santo Yosef Medan Sumatera Utara, Minggu (28/8/2016). Peristiwa tersebut terjadi saat umat kristiani sedang melaksanakan ibadah. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam aksi keji tersebut.
(Zulfikar Husein)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: