KAMIS, 25 AGUSTUS 2016

LAMPUNG --- Penggunaan Anggaran Dana Desa (DD) termin pertama di wilayah Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan difokuskan pada pembangunan infrastruktur jalan lingkungan dengan spesifikasi jalan rabat beton serta paving blok. 


Menurut Kepala Desa Pasuruan, Kartini, pembangunan di desa Pasuruan meliputi Rabat beton 1300,3 meter dengan lebar bervariasi diantaranya lebar 1,5 meter dan 2 meter meliputi wilayah Desa Pasuruan Atas, Dusun Sendangsari, Dusun Banyumas. Sementara rencana pada termin kedua akan dilakukan pembangunan jalan lingkungan dengan sistem rabat beton dan paving blok.

Kartini mengungkapkan DD tahap pertama dengan nilai sebesar 60 persen dengan nominal Rp366.314.182 dibagi tiga diantaranya bidang pembangunan desa, bidang pemberdayaan kemasyarakatan, bidang pembinaan. Sementara ADD digunakan untuk honor perangkat desa

Jalan lingkungan. Sementara untuk termin kedua 244 juta akan dibangun untuk pembangunan rabat beton.

“Prioritas pembangunan infrastruktur jalan desa terutama untuk kepentingan masyarakat diantaranya dengan membangun jalan lingkungan untuk mobilitas warga dengan sistem rabat beton” ungkap Kartini saat dikonfirmasi media Cendana News di kantor Desa Pasuruan,Kamis (25/8/2016)

Pembangunan jalan lingkungan di desa Pasuruan menurut Kartini dibangun dengan lebar dua meter ke bawah menggunakan paving blok skala rumah tangga jalan gang yang tidak masuk dengan kekuatan tonase sekitar satu ton dan kendaraan berat dilarang melintas. Penggunaan anggaran desa tahap kedua direncanakan akan dialokasikan untuk pembangunan  jalan lingkungan yang ditargetkan akan selesai pada tahun 2017. Rencananya jalan lingkungan yang akan dibangun diantaranya jalan lingkungan dengan panjang sekitar 2.500 meter dan diprioritaskan. Pembangunan jalan lingkungan menggunakan jalan paving blok yang merupakan hasil produksi dari Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) berupa bidang usaha produksi paving blok.

Berdasarkan bumdes milik desa yang dikembangkan berupa unit produksi paving blok ditargetkan memproduksi 10.000 hingga 15.000 paving blok dengan asumsi satu meter 20 paving blok untuk panjang jalan sekitar 2.000 meter. Selain itu desa juga mengembangkan Bumdes usaha simpan pinjam yang akan dikelola oleh kaum perempuan di desas tersebut untuk pengembangan sektor usaha kecil dan menengah.

Penggunaan dana desa yang cukup besar diakui Kartini khusus untuk Desa Pasuruan dalam pelaporan tidak mengalami masalah sehingga bisa melakukan pencairan dana desa tahap kedua. Rencananya anggaran dana desa  tahap kedua ditarget untuk pembangunan sebanyak 8 dusun berupa  jalan utama lingkungan yang diprioritaskan untuk meningkatakan kesejahteraan warga Desa Pasuruan yang memiliki sebanyak 1163 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah jiwa mencapai 3998 jiwa.

Selain melakukan pembangunan dibidang infrastruktur Desa Pasuruan menurut Kartini menjadi salah satu desa dari sebanyak 22 desa yang memiliki capaian pajak terbesar di Kecamatan Penengahan. Ia mengakui nilai pajak bumi dan Bangunan (PBB) di tahun 2015 ditargetkan sekitar Rp 22 juta namun realisasinya hanya tercapai  sekitar Rp 19 juta  diantaranya ada kendala diantaranya kohir ganda karena lokasi tidak diketahui serta beberapa persoalan lain yang akan segera dibenahi. Kendala lain diantaranya pajak tower telekomunikasi yang menggunakan tanah di wilayah desa yang hanya satu unit belum dibayar.

Selain berusaha meningkatkan perekonomian masyarakat dan pembangunan infrastrutur desa Bakauheni juga terus membuat beberapa peraturan desa (Perdes) diantaranya  Perdes APBDes,perdes struktur organisasi, Perdes pasar, Perdes sumber, Perdes Bumdes. Semua aturan desa dibuat untuk proses legalitas kebijakan desa yang selama ini dijalankan.
(Henk Widi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: