SABTU, 27 AGUSTUS 2016

MAUMERE --- Masyarakat Kabupaten Sikka akhir-akhir ini bertanya-tanya terkait pengungkapan berbagai kasus dimana tersangka yang melakukan tindak pidana tidak ditahan.

Kapolres Sikka AKBP I Made KusumaJaya,SIK,SH.
Pertanyaan masyarakat ini mengemuka ketika ada tersangka yang yang ditahan meski ancaman hukumannya di bawah 5 tahun sementara yang hukumannya di atas 5 tahun malah dibebaskan.

Terkait pendangan masyarakat ini Kapolres Sikka Made, AKBP I Made Kusuma Jaya,SIK,SH kepada wartawan di Mapolres Sikka Jumat (26/8/2016) sore dengan tegas menyatakan hal tersebut hanya persepsi masyarakat saja.

“Ada kasus yang dilaporkan dan tersangka tidak ditahan sehingga masyarakat mengangap pelaku dibebaskan karena penyidik sudah diberi uang,” ujarnya.

Ini kan persepsi saja, kata Made, padahal orangnya tidak ditahan karena alasan obyektifnya kasus yang ancaman pidananya di bawah 5 tahun pelakunya tidak otomatis ditahan.

Alasan subyektifnya, pelaku dinilai tidak melarikan diri, mengulangi perbuatan dan menghilangkan barang bukti. Jadi penyidik juga mempetimbangkan berbagai hal dan bekerja mengacu kepada aturan hukum,

Ada lagi kasus yang ancamannya di atas 5 tahun tutur Kapolres Made dan alasan obyektifnya menurut Undang-Undang, pelaku bisa ditahan sementara polisi tidak menahannya.

“Alasan subyektifnya, polisi tidak menahannya karena pelaku dinilai tidak melarikan diri,menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatan” tegasnya. 

Kenapa bisa terjadi, masalah penahanan bergantung kepada penyidik bukan berpedoman kepada Undang-Undang? Made menjelaskan apa yang dilakukan penyidik berpedoman pada Undang-Undang.

“Ini perlu disampaikan kepada masyarakat agar mereka paham alasan kenapa tersangka ditahan dan tidak ditahan,” pungkasnya.
(Ebed de Rosary)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: