SABTU, 20 AGUSTUS 2016

BALIKPAPAN --- Sedikit tiga titik di Kota Balikpapan menjadi konsentrasi Pengendalian Pembangunan Ekoregion Kalimantan (P3E) sebagai tempat konservasi air di tahun 2016 ini. Tiga titik konservasi air itu ditanami rumpun bambu di kawasan waduk Manggar, Telaga sari dan kebun kantor P3E Kalimantan jalan Syarifuddin Yoes, Balikpapan.

Saat penanaman rumpun bambu
Kepala P3E Kalimantan Tri Bangun Laksana menjelaskan pengadaan konservasi air ini penting bagi kota Balikpapan, mengingat 70% penduduk Balikpapan hanya mengandalkan keberadaan waduk Manggar tadah hujan dan mencegah terjadinya banjir.

"90% air hujan yang turun ke bumi mampu diserap oleh pohon bambu. Kita sejak 2014 lalu kita sudah menanam 3.060 rumpun bambu di kawasan Waduk Manggar," terangnya disela kegiatan workshop partisipasi masyarakat dalam rangka konservasi air kota Balikpapan, Sabtu (20/8/2016).

Dikatakannya manfaat penanaman rumpun bambu ini akan dilihat pada usia tanam 4-5 tahun. Sedangkan program penanaman rumpun bambu ini dilakukan sejak tahun 2014. Tak hanya menanam rumpun bambu, namun embung-embung kecil juga dibuat agar lebih maksimal manfaat dari konservasi air tersebut.

"Rumpun bambu yang sudah ditanam ada sekitar 2.000 rumpun yang terbagi ditiga titik. Penanaman dilakukan secara bertahap dan keberhasilan penanaman selalu dipantau," beber pria yang akrab disapa Sony.

Selain itu, pihaknya mengatakan tujuan dari workshop peningkatan partisipasi masyarakat dalam kota Balikpapan ini untuk mendorong pemerintah kota dalam meningkatkan kemampuan menjaga kualitas lingkungan hidup dan hutan sebagai penyangga kehidupan.

Sementara itu dalam workshop itu diikuti 300 perserta dari kalangan  pelajar, guru, Perguruan tinggi, pegiat lingkungan, PDAM Balikpapan, staf Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Kalimantan (P3E). Dan dirangkai dengan penanaman rumpun bambu dikawasan kebun Syarifuddin Yoes.

Pada kesempatan itu, staf ahli Walikota Bidang Pembangunan dan Lingkungan Fahruddin mengatakan mengelola lingkungan hidup termasuk konservasi air sangat penting dan generasi penerus juga penting untuk menjaganya.

"Hati-hati inilah yang akan menjadi penyambung program-program lingkungan hidup. Alhamdulillah kemarin kita berhasil Adipura Paripurna berkat peran semua pihak," pungkasnya.
(Ferry Cahyanti)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: