JUMAT, 19 AGUSTUS 2016

JAKARTA --- Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat Drs. Suryamin saat jumpa pers di Kantor BPS Pusat, Jalan Dr. Soetomo, Pasar Baru, Jakarta Pusat, mengklaim bahwa jurang ketimpangan atau perbedaan perekonomian golongan masyarakat ekonomi menengah keatas dengan golongan masyarakat ekonomi menengah kebawah cenderung mengecil, khususnya di Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta.

Drs. Suryamin, Kepala BPS Pusat seusai acara jumpa pers di kantornya
Menurut Suryamin, berdasarkan data dan informasi dari BPS, sejak bulan September 2015, kesenjangan perekonomian di daerah perkotaan malah cenderung mengalami penurunan secara drastis, dari sebelumnya sebesar 0,433 pada bulan September 2015 menurun atau mengecil sebesar  0,410 pada bulan Maret 2016.

"Secara nasional, Gini Ratio dalam kurun waktu antara bulan September 2015 hingga bulan Maret 2016, rasuo ketimpangan atau Gini Ratio perkembangan perekonomian di wilayah perkotaan cenderung mengalami penurunan sebesar 0,023 poin" demikian dikatakan Drs. Suryamin, Kepala BPS Pusat saat jumpa pers di kantornya, Jumat pagi (19/8/2016).

Suryamin mengatakan "hal tersebut berbanding terbalik jika dibandingkan dengan rasio ketimpangan atau Gini Ratio di wilayah pedesaan, berdasarkan data dan informasi dari BPS, dalam kurun waktu yang sama, perkembangan Gini Ratio di pedesaan hanya turun 0,009 poin dari 0,336 pada bulan September 2015 menjadi 0,336 pada bulan Maret 2016" katanya kepada wartawan di Jakarta.

Sementara itu, menurunnya "jurang" kesenjangan dan ketimpangan perekonomian di perkotaan salah satunya dapat dilihat di beberapa kota-kota besar di Indonesia, misalnya di Ibukota Jakarta. Rata-rata secara nasional, Gini Ratio di Provinsi DKI Jakarta tercatat sebesar 0,397, namun secara Gini Ratio DKI Jakarta pada bulan Maret 2016 mengalami penurunan yang cukup tajam, yaitu dari 0,421 menjadi pada bulan Maret 2015 menjadi 0,411 pada bulan Maret 2016.

Menurut BPS Pusat, terjadinya rasio penurunan atau Gini Ratio antara golongan ekonomi menengah ke atas dengan golongan ekonomi menengah kebawah contohnya seperti apa yang terjadi di wilayah Provinsi DKI Jakarta adalah sebagai salah satu bukti keberhasilan dari Pemerintah untuk terus meningkatkan perekonomian masyarakat terutama golongan menengah kebawah.(Eko Sulestyono)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: