SABTU, 6 AGUSTUS 2016

SUMENEP --- Dalam rangka meningkat kepedulian terhadap berbagai bahaya yang dapat merusak terhadap generasi bangsa, membuat Sekolah Rakyat Merdeka Madrasah Aliyah Nurul Hikmah, Desa Kecer, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur membekali para siswa baru tentang bahaya narkoba dan pelestarian lingkungan. Mengingat saat ini bahaya narkoba dan pengrusakan lingkungan sudah mulai mengancam di berbagai daerah, sehingga perlu diperhatikan secara serius dari berbagai pihak.


Dengan adanya pembekalan bagi para siswa tersebut dapat memberikan wawasan agar tidak mudah terpengaruh terhadap bahaya yang bisa merusak mental generasi penerus bangsa. Karena siswa itu yang mayoritas dibawah umur seringkali menjadi lahan empuk peredaran narkoba oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab, sebab mereka masih belum mengetahui secara bahaya dari barang haram tersebut.

“Jadi dalam pembekalan ini kami tekankan para siswa menjauhi narkoba dan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Karena jika terus merajalela akan dapat membahayakan bagi generasi penerus bangsa, makanya para siswa itu sangat penting dipupuk sejak dini mengenai bahaya narkoba tersebut, supaya tidak mudah terjerumus dalam dunia yang sungguh membahayakan,” kata Habibul Mohtar, pengelola Sekolah Rakyat Merdeka Madrasah Aliyah Nurul Hikmah, Sabtu (6/8/2016).

Disebutkan, kegiatan ini merupakan masa Taaruf bagi siswa baru yang ingin menempuh pendidikan di lembaga tersebut, sehingga mereka dibekali sejak dini mengenai wawasan bahaya narkoba dan pelestarian lingkungan agar turut menjaga berbagai bahaya yang mengancam negeri ini. Apabila diberi pengetahuan mulai dari sekarang kemungkinan besar mereka tidak terpengaruh oleh siapapun yang mengajak mendekati bahaya tersebut.

“Selain itu kami juga memberikan wawasan soal pentingnya berbangsa dan bernegara, karena cara ini merupakan langkah kongkrit dan tanggung jawab kami sebagai pengelola sekolah untuk membuka wawasan para siswa dan bertanggung jawab terhadap dirinya,” jelasnya.


Dalam kegiatan tersebut pihak sekolah bekerjasama dengan berbagai lembaga yang memang kompeten dalam memberikan wawasan mengenai bahaya narkoba dan pelestarian lingkungan, seperti Badan Narkotika Nasional (BNN) daerah ini dan Pecinta Lingkungan Laskar Hijau Simpul Sumenep. Itupun dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut yang diikuti oleh sebanyak 73 peserta yang terdiri dari siswa.

Pihaknya berharap dari kegiatan tersebut nantinya para siswa ketika pulang ke masyarakat atau melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi bisa lebih mencintai bangsa dan negaranya, bahkan juga bisa memahami bahaya narkoba yang merongrong kaum muda serta mencintai kelestarian lingkungan.
[M. Fahrul]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: