SELASA, 16 AGUSTUS 2016

JAKARTA --- Anggota DPR/MPR RI, Titiek Hediati Soeharto menyebutkan, setiap peringatan hari kemerdekaan, perlu dijadikan refleksi kebangsaan, sejauh mana upaya warga negara berhasil mewujudkan cita-cita kemerdekaan. Kemerdekaan direbut melalui pengorbanan jiwa dan raga para pendahulu bangsa. Semoga para pejuang pendahulu, baik yang dikenal maupun tidak dikenal, berada dalam tempat terbaik di sisi-Nya.


"Peringatan hari kemerdekaan juga merupakan momentum untuk meneguhkan kembali tekad bulat kebangsaan kita, untuk semakin bekerja keras dalam upaya mencapai tujuan nasional sebagaimana amanat UUD 1945,"sebut Wakil Ketua Komisi IV DPR RI di Jakata, Selasa (16/8/2016).

Disebutkan, Presiden Soeharto sering mengingatkan untuk terus tanpa lelah, tanpa mengendurkan semangat melanjutkan perjuangan para perintis kemerdekaan, dengan mengisi kemerdekaan, melalui pembangunan di segala bidang. Melalui pembangunan di segala bidang itulah, cita-cita nasional  akan semakin mudah dicapai. 

Presiden Soeharto juga mengingatkan bahwa pembangunan itu sendiri merupakan perjuangan yang sengit, tidak sepi dari hambatan dan tantangan, baik internal maupun eksternal. Namun kita tidak boleh jera dengan segenap hambatan dan tantangan-tantangan itu. Sebagai bangsa pejuang, hambatan dan tantangan itu harus kita tundukkan bersama-sama.

"Sebagaimana pembukaan UUD 1945, Republik Indonesia yang diproklamasikan 17 Agustus 1945, mengamanatkan kepada kita semua untuk mampu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia,"jelasnya.

Pembukaan UUD 1945 juga mengamanatkan untuk terus bekerja keras memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, berdasarkan Pancasila. 

"Kesemuanya dapat dicapai dengan melakukan pembangunan di segala bidang, oleh segenap kita semua bangsa Indonesia,"tegas Titiek.

Tujuh puluh satu tahun Indonesia merdeka, kemampuan bangsa untuk mencapai cita-cita nasional itu seharusnya sudah semakin baik. Metode dan strategi-strategi pembangunan untuk terwujudnya cita-cita nasional itu seharusnya semakin berkualitas.

"Jika hari ini kita menjumpai kesenjangan ekonomi semakin melebar dari capaian keberhasilan pembangunan era orde baru yang telah berhasil diperpendek, kiranya perlu kebesaran hati kita semua untuk mengevaluasi segenap kekurangan-kekurangan yang ada dan kemudian bekerja keras membenahinya,"katanya.  

Ia menegaskan akan perlunya meneguhkan kembali politik kebangsaan, untuk secara bersama-sama segenap bangsa, bahu membahu mewujudkan cita-cita nasional dalam bingkai NKRI yang berdasarkan Pancasila melalui altar peran masing-masing. Politik kebangsaan itu harus diletakkan di atas segala perbedaan kepentingan pribadi, partai politik, suku, agama, ras maupun golongan. Setiap warga Indonesia di manapun berada harus menjadi pejuang melalui profesinya masing-masing untuk terwujudnya cita-cita nasional.

"Melalui ikatan persaudaraan kebangsaan dan persatuan nasional yang kuat serta kosistensi kita pada cita-cita nasional berdasarkan Pancasila, keadilan dan kemakmuran bangsa kita akan semakin mudah dicapai,"tutupnya.[*]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: