SENIN, 15 AGUSTUS 2016

BANDUNG --- Ribuan driver alias pengemudi Gojek satroni Kantor Gojek Operasional Kota Bandung, di Jalan BKR Kota Kembang, Senin (14/8/2016). Aksi ini dilakukan sebagai upaya penolakan terhadap pemberlakuan tarif baru. 


Arga Sinatra, salah seorang pengemudi Gojek mengaku keberatan dengan regulasi baru tersebut. Dimana sejak tiga hari lalu ada pemotingan tarif dari Rp.2.500 menjadi Rp. 2.000. Hal tersebut berimbas kepada pendapatan hariannya.

"Mau berapa yang dibawa ke rumah? kalau tarif per kilonya Rp 2000," ujar Arga di sela aksi.

Aturan baru tersebut ia nilai sangat memberatkan. Sebab sebagai pengemudi Arga harus menyisihkan keuntungan untuk biaya operasional. Disampaikan, untuk satu kali antaran penghasilan bersih yang diterima hanya mencapai Rp 1.000 hingga Rp 1.500

"Belum dipotong 20 persen untuk manajemen, parkir, dan pulsa. Jadi wajar kami meminta manajemen memperhatikan nasib kami," tambahnya.

Pada kesempatan itu, para pengemudi melakukan mediasi dengan perwakilan manajemen. Namun hingga pukul 13.00, pihak menajemen dinilai belum bis memberikan jalan keluar, mengingat keputusan aturan anyar tersebut diturunkan dari pusat, yakni PT Gojek Indonesia.

Pada aksi damai ini para pengemudi tidak menggunakan jaket dan helm resmi yang identik berwana hijau. Justru mereka tampak menggunakan pakaian serba hitam.

"Karena kami berkabung atas tarif baru ini," pungkasnya.

Selanjutnya, para pengemudi memberi waktu manajemen selama tiga hari kedepan untuk memberikan jawaban terkait kegundahan mereka. Mayoritas pengemudi, sementara ini sepakat untuk tidak memberikan pelayanan kepada konsumen.(Rianto Nudiansyah)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: