MINGGU, 14 AGUSTUS 2016

SOLO --- Semangat Perjuangan Kemerdekaan Indonesia yang sebentar lagi berusia 71 tahun, tak harus diperingati dengan sesuatu yang ekstrim. Di Solo , Jawa Tengah, ada sebuah warung yang juga menyajikan semangat Nasionalisme, yakni dengan menghadirkan menu khusus, seperti Martabak Merah Putih. 


“Setiap warga Negara Indonesia mempunyai cara tersendiri untuk mewarisi semangat ’45 dalam perjuangannya. Saya yang berkecimpung dalam dunia kuliner memilih menuangkan sikap nasionalisme ini melalui sajian makanan, yakni Martabak Merah Putih,” ucap Ranu Muda kepada Cendana News, Minggu sore (14/8/16). 

Pemilik gerai “Martabak Kita” yang berada di Cemani, Sukoharjo, Jawa Tengah itu memang sengaja menghadirkan sajian khas untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke 71 kali ini. Dengan kreasi Martabak Merah Putih, dirinya mengaku tak mau kalah dengan pihak lain yang juga memberikan semangat Patriotisme dalam semangat kemerdekaan.  


‘Jika orang ada yang menancapkan bendera merah putih di puncak gunung atau puncak tertinggi, ini juga merupakan cara kami untuk memaknai hal serupa. Semangat nasionalisme ini kita wujudkan dalam bentuk kuliner,” lanjutnya.

Adanya Martabak Merah Putih edisi khusus jelang 17-an ini juga menarik simpatik dari pelanggannya. Dengan dibandrol harga Rp 30 ribu, pelanggan dapat menikmati Martabak Merah Putih dengan sepuasnya. 

“Martabak Kita bisa dinikmati di galeri dapat juga dibawa pulang,” terangnya. 

Keberadaan Martabak Merah Putih yang warnanya dibuat dari Coklat ini menjadi menu andalan selama jelang HUT Kemerdekaaan RI ini. Bahkan, martabak Merah Putih ini hanya dibuat selama bulan Agustus saja. 


“Pewarna merah putih yang kita gunakan benar-benar aman, karena murni dari coklat yang lumerkan kemudian kita sajikan diatas martabak.  Martabak Kita ini semakin nikmat jika disajikan masih hangat,” imbuhnya. 

Sementara itu, salah satu pecinta martabak, Fatma mengaku tertarik dengan sajian martabak Merah Putih. Menurutnya, ada ciri khas tersendiri dari martabak Merah Putih yang disajikan selama Bulan Agustus ini. 

“Inikan jelang kemerdekaan, ingin merasakan sesuatu yang baru. Tekstur martabak Merah Putih ini lebih lembut dan saat sekali gigit langsung kena lidah,” ungkapnya. (Harun Alrosid)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: