JUMAT, 5 AGUSTUS 2016

SOLO ---- Puluhan pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kota Solo, Jawa Tengah, Jumat pagi menggelar aksi unjuk rasa di Bundaran Gladag. Puluhan aksi yang didominasi oleh lanjut usia (lansia) itu untuk menuntut gaji ke 14 mereka yang belum dibayaran oleh pemerintah.


Perwakilan aksi Djoko Nugroho dalam aksi tersebut mengungkapkan, aksi tersebut sebagai buntut kekecewaan kepada pemerintah terhadap gaji ke-14 yang kunjung diberikan. Pasalnya, dari janji semula, pemerintah selalu mundur memberikan gaji kepada para pensiunan tersebut. 

“Kami berulang kali hanya dijanjikan saja. Terakhir kali kami dijanjikan bahwa gaji ke-14 akan cair pada Rabu kemarin, tapi nyatanya hingga hari ini belum juga cair,” ucap Djoko ditengah aksi, yang digelar Jumat pagi (5/8/16).


Dikatakan lebih lanjut, selama ini para pensiunan dan purnawirawan telah berjuang banyak untuk bangsa dan negara, namun pemerintah seolah justru menutup mata dengan kesejahteraan mereka. 

“Kami telah bekerja banyak, dan generasi penerus saat ini sudah menikmati hasilnya. Tapi balasannya justru untuk kesejahteraan kami dipersulit, gaji ke-14 tak kunjung cair,” tekannya.

Disebutkan Djoko, aksi gabungan pensiunan baik PNS maupun purnawirawan Tni-Polri tersebut hanya sebagai perwakilan yang ada di Solo. Tak kunjung cairnya gaji ke 14 para pensiunan itu dinilai sangat merugikan. Sebab, selama ini setiap tahun gaji pensiunan selalu naik 5 persen. Namun di pemerintahan Jokowi, kenaikan gaji pensiunan itu justru dipangkas dan dijanjikan dengan gaji ke 14.


“Tapi nyatanya gaji ke-14 tidak cair, jadi kita rugi dua kali. Sudah Januari kenaikan 5 persen di hilangkan, gaji ke-14 entah ke mana. Padahal mulai pemerintahan Pak Harto hingga SBY kenaikan 5 persen itu selalu ada. Baru kali ini kenaikan gaji pensiunan dipangkas,” terangnya.

Dari aksi yang dilakukan dengan orasi-orasi ini juga turut membawa spanduk dan poster yang dibentankan. Sejumlah poster itu berisi desakan terhadap pemerintah akan gaji ke-14 serta ada umpatan kekecewaan mereka kepada pemerintah. Seperti bertuliskan "Baru Presiden Ojo Kuwi yang berani menganggap sampah kami-kami purnawirawan", dan masih banyak lagi.
  
Puluhan peserta aksi ini berharap pemerintah tidak menganaktirikan pensiuan PNS, TNI-Polri.  Di usianya yang sudah senja, para pensiunan lansia ini berharap pemerintah semakin memperhatikan kesejahteraan mereka. (Harun Alrosid)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: