SELASA, 30 AGUSTUS 2016

KENDARI --- Sebanyak 30 orang masa aksi yang tergabung dalam Serikat Pekerja PT. Virtru Dragon Nikel Industri (VDNI) kembali melakukan unjuk rasa di depan gerbang masuk mega industri konawe Kecamatan Morosi Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara, Selasa (30/8/2016).


Massa menuntut pihak PT. VDNI segera menghentikan sementara semua aktifitas kegiatan pembagunan smelter sebelum adanya pertemuan secara lansung dengan pemerintah Kabupaten Konawe dan elemen masyarakat sekitar lokasi.

Koordinator aksi, Hedrik Pelesa menyebutkan, pemberdayaan masyarakat lokal seharunya bukan hanya sebatas wacana, yang diinginkan praktek nyata.

"Praktek nyata harus dilakukan sebagai pembuktian komitmen dan janji PT. VDNI sebelum melakukan aktivitas pembangunan,"sebutnya.

Lanjut Hendrik, masyarakat lokal seharus diposisikan sebagai mitra yang bersinergi dengan perusahaan, bukan sebaliknya ditindas dengan praktek-praktek ketidakadilan bermodel penjajahan secera terstruktur dan masif.

Hal senada juga disebutkan, Ketua Serikat Pekerja PT. VDNI, Lukman, investasi menjadi angin segar buat masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan pekerja lokal namun hal ini berbanding terbalik dengan adanya kebijakan perusahaan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal secara dan sepihak untuk kepentingan mobilisasi Tenaga Kerja Asing (TKA) asal tiongkok.

"Apabila masyarakat lokal mantan karyawan yang di PHK ingin bekerja kembali di perusahaan harus mengembalikan uang pesangon,"ujarnya.

Selain itu, yang lebih ironisnya adanya kebijakan perusahaan melarang karywan menyampaikan aspirasi untuk menuntut hak-haknya dan seketika hal itu terjadi maka karyawan akan di PHK serta tujuh turunan keluarganya tidak akan di terima lagi bekerja di PT. VDNI.


Selama empat jam mulai pukul 09.00 Wita hingga 12.00 Wita berorasi namun tidak ada tanggapan dari perusahaan PT. VDNI massa aksi lansung membuat posko depan gerbang masuk sehingga aktivitas bongkar muat perusahaan terhenti dan masa aksi bernjaji akan terus melakukan ujuk rasa sampai tuntutan mereka terealisasi dengan baik untuk kepentingan masyarakat lokal.
[Siddiq Muharam]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: