SELASA, 30 AGUSTUS 2016

PONOROGO --- Meski pelaksanaan Ujian Nasional (UN) Perbaikan diperpanjang hingga 5 Agustus 2016 ternyata tetap tak mampu menarik minat para siswa untuk melakukan perbaikan. Hal ini terpantau dari 600 pendaftar hanya 185 orang saja yang benar-benar melakukan pencetakan formulir dan mendaftar melakukan UN Perbaikan.


Kepala Sie (Kasie) Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo, Eko Budi Santoso menjelaskan UN Perbaikan ini dilaksanakan bagi para siswa yang ingin memperbaiki nilainya.

"Baik sebagai syarat ke jenjang pendidikan selanjutnya atau pun dari tempat kerja yang mensyaratkan nilai pelajaran tertentu" jelasnya saat ditemui Cendana News di SMK 1 Jenangan Ponorogo, Selasa (30/8/2016).

Menurut jadwal dari Badan Nasional Standar Pendidikan (BNSP) pendaftaran UN perbaikan tanggal 1 Juni - 16 Juli 2016 dengan 1 hari diisi dengan 1 mata pelajaran (mapel) dan ada 3 sesi. Namun mengingat ada 626 peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) maka BNSP melakukan perpanjangan waktu pendaftaran sampai 5 Agustus 2016.

"Tergantung siswa mau mengikuti mapel apa saja dan sesi keberapa" ujarnya.

Pelaksanaan UN perbaikan sendiri mulai dari tanggal 29 Agustus - 7 September 2016. Tapi ada yang menarik, hari pertama UN perbaikan terdaftar 10 orang namun yang hadir hanya 2 orang dengan mapel Bahasa Indonesia.

Selain itu saat daftar ulang menurut data di komputer ada 600 orang yang daftar yang melakukan verifikasi data dan daftar ulang hanya 185 orang. Untuk jadwal daftar ulang sendiri pada tanggal 9- 11 Agustus 2016. Namun hingga hari terakhir jumlah peserta tidak mengalami kenaikan.

"Kalau hari ini mapel matematika lumayan banyak yang daftar" kata Eko.

Adanya UN yang bukan lagi menjadi syarat kelulusan ternyata keberadaannya masih dinilai penting selain untuk pelengkap syarat kuliah maupun kerja namun juga untuk pemetaan program pemerintah. 

"Sekaligus sebagai bahan pertimbangan pemerintah dalam melihat potensi tiap daerah" pungkasnya. (Charolin Pebrianti)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: