SELASA, 9 AGUSTUS 2016

BALI---‎Untuk mengungkap tuntas kerusuhan yang melibatkan geng Satu Darah, Polresta Denpasar mencekal empat orang warga negara yang ditengarai menjadi biang keladi kerusuhan di Diskotek Pyramid di Jalan Dewi Sri, Kuta kemarin.


Kapolresta Denpasar, Komisaris Besar ‎Hadi Purnomo menjelaskan, ada empat orang anggota geng Satu Darah yang telah diminta untuk diatensi oleh pihak terkait agar tak melarikan diri ke luar Bali. Ia pun telah berkoordinasi dengan pihak Imigrasi dan Bandara Ngurah Rai untuk maksud tersebut.

"Ada empat orang yang kita atensi, mereka berstatus saksi. Semuanya orang Belanda. Kita sudah koordinasi dengan Imigrasi dan Bandara untuk mengawasi saksi-saksi ini jangan sampai kabur, sehingga menyulitkan kita," harap Hadi di Polsek Denpasar Selatan, Selasa (9/8/2016).

Ia membeber kendala yang dihadapi untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Menurutnya, warga negara asing merupakan kendala utama kepolisian membongkar tuntas dengan cepat kerusuhan yang mengakibatkan jatuh korban luka itu.‎ 

"Kendalanya mengungkap kasus ini karena mereka orang asing. Waktu kejadian, mereka sudah ke luar semua dari hotel. Yang rencananya empat hari, tiga hari sudah meninggalkan hotel," papar Hadi.

Kini, sebagian dari anggota geng Satu Darah yang menggelar reuni di Bali selama tiga hari itu sudah kembali ke negara asalnya masing-masing. 

"Sebagian dari mereka sudah kembali ke negaranya masing-masing, sebagian masih ada di sini," katanya.

Saat ini, Hadi belum menetapkan tersangka pada peristiwa yang terjadi pukul 05.00 WITA Senin pagi itu. 

‎"Kita masih mengembangkan saksi-saksi dulu, baru bicara tersangka," tegas Hadi.

‎Hingga kini, dua orang masih menjalani perawatan intensif. Satu korban dari Belanda, satu lagi dari Indonesia. 

"Korban dari Belanda terkena pecahan botol. Kedalaman 1,5 sentimeter panjangnya 2 sentimeter. Yang orang Indonesia kakinya terkilir," tutup dia.
[Bobby Andalan]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: