SELASA, 9 AGUSTUS 2016

MAUMERE --- Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere sudah sejak lama berjuang agar lembaga penddikan tinggi yang dimiliki pemerintah kabupaten Sikka ini bisa menjadi sebuah universitas negeri pertama di pulau Flores.

Kampus Unipa Maumere di jalan Kesehatan Maumere.
Segala persyaratan dan kelengkapan dokumen terkait usulan penegerian Unipa sudah diserahkan kepada Kementrian Riset, Teknologi  dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) di Jakarta. Bukan hanya itu, permohonan secara lisan juga disampaikan langsung saat bertemu pejabat Kemenristek Dikti di kantornya.

Demikian disampaikan Sabinus Nabu, ketua Yayasan Perguruan Tinggi Nusa Nipa Maumere saat ditemui Cendana News,Selasa (9/8/2016) di kampus Unipa.Dikatakan Sabinus,dalam setiap kesempatan dan kunjungan pejabat dari pusat baik menteri maupun anggota DPR RI pihaknya selalu menyampaikan keinginan ini.

“Kemarin saat bertemu anggota DPR RI Pius Lustrilanan di kampus ini,kami juga sampaikan hal ini agar bisa diperjuangkan,” ungkapnya.

Ditambahkan mantan Sekda Sikka ini,kali ini pihaknya meminta bantuan Pius sebagai wakil rakyat Dapil NTT I yang meliputi Flores, Lembata dan Alor agar bisa memperjuangkannya di gedung dewan.

Pius sebutnya berjanji akan menyampaikan hal inike sesama anggota fraksi partai Gerindra di komisi X dan komisi VII DPR RI agar bisa diperjuangkan. Selain itu tambahnya, Pius meminta agar datanya diberikan agar dirinya bisa menyampaikannya.

Hal senada juga disampaikan wakil rektor Unipa Maumere yang ditemui di kampus Unipa,Jonas K.G.D Gobang,Sfil,MA.Dikatakan Jonas,dalam berbagai kunjungan pejabat pusat seperti Mendagri saat membuka kongres GMNI Pusat tahun 2015 dan kunjungan Menristek Dikti juga hal ini dibicarakan.

Wakil rektor Unipa Maumere Jonas K.G.D Gobang,Sfil,MA
Dikatakannya,Mensristek Dikti menyebutkan usulannya sudah masuk ke presiden dan tinggal menunggu saja. Bila presiden menyetujuinya lanjutnya, tim dari kemenristek Dikti akan turun melakukan visitasi.

Terkait persyaratan luas lahan minimal 30 hektar yang harus dipersiapkan, Jonas katakan pemerintah daerah sudah menyiapkan lahan di beberapa lokasi tanah milik Pemda Sikka untuk dipergunakan.

Saat ditanyai apakah lahan yang terpisah ini tidak mengganggu kegiatan dan konektifitas dirinya menyebutkan hal ini tidak menjadi persoalan sebab bisa diatasi dengan sistem online. Namun demikian Jonas berharap sebaiknya lahan untuk kampus berada dalam satu areal atau kawasan guna memudahkan konektifitas dan kordinasi.

“Jika DPRD dan Pemda Sikka mau maka bisa dihibahkan lahan seluas minimal 30 hektar yang berada dalam sebuah kawasan,” pintanya.

Unipa Maumere sebut Jonas sudah masuk dalam daftar usulan paerguruan tinggi yang akan menjadi lembaga pendiidikan tinggi negeri dan Pemda Sikka beserta DPRD Sikka sudah menyetujuinya.Jika mengandalkan dana dari APBD II tentu sangat terbatas.

Unipa sebutnya berjuang menjadi negeri agar selain mudah mendapatkan dana pembiayaan, infrastruktur dan SDM juga bisa lebih baik.Dengan menjadi sebuah universitas negeri tentunya efeknya sangat besar bagi masyarakat terutama yang berdiam di sekitar kawasan kampus.

“Perlu komitmen bersama antara DPRD dan pemerintah agar keinginan ini bisa terwujud.Jangan sampai kita kehilangan momentum,” pungkasnya.(Ebed de Rosary)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: