SELASA, 9 AGUSTUS 2016

MAUMERE --- Universitas Nusa Nipa Maumere dalam tahun ajaran 2016/2017 menerima 1.052 mahasiswa baru. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya bahkan selama satu dekade terakhir.


Meningkatnya jumlah mahasiswa ini tentunya tak lepas dari peran serta semua pihak dan prestasi yang diraih universitas ini. Unipa Maumere merupakan perguruan tinggi terbesar di pulau Flores provinsi NTT yang statusnya sedang diperjuangkan untuk ditingkatkan dari milik pemerintah daerah menjadi universitas negeri.

Demikian disampaikan wakil rektor Unipa Maumere Jonas K.G.D Gobang, Sfil, MA saat ditemui Cendana News Selasa (9/8/2016).


Dikatakan Jonas, kepercayaan masyarakat kepada Unipa Maumere haruslah disyukuri dan perlu ditindaklanjut dengan peningkatan kualitas pendidikan.

Unipa Maumere lanjutnya, sudah memiliki 7 Fakultas yaitu Ilmu-Ilmu Kesehatan, Pertanian, Teknik, Ilmu-Ilmu Sosial, Kelautan dan Ilmu Perikanan, Ekonomi, serta Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Juga ada 18 program studi (prodi) 18 yakni : Prodi S1 Keperawatan, D3 Keperawatan, Profesi Ners, Agribisnis, Agro Teknologi, Informatika, Teknik Sipil dan Teknik Arsitektur.

Selain itu ada prodi Ilmu Komunikasi, Psikologi, Manajemen Sumber Daya Air, Managemen, Akuntansi PGSD, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Kimia, Pendidikan Biologi serta Prodi Pendidikan Fisika.

“Kami sedang menantikan datangnya izin untuk fakultas ke-8 yaitu fakultas hukum,” ujarnya.

Ditambahkannya, Unipa Maumere berdiri sejak tahun 2005 dengan SK Menteri Pendidikan Nasional Nomor 69/D/0/2005 Tanggal 26 Mei 2005 dan berdasarkan hasil perangkingan yang dilakukan oleh DIKTI, untuk tahun 2016 UNIPA merupakan perguruan tinggi terbaik nomor 11 dari  53 PT yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Rektor Unipa Maumere, Ir.Angelinus Vincetius, M.Si dalam sambutannya saat Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa  Baru (PKKMB) di kampus Unipa, Rabu (3/8/2016) menyebutkan, Unipa telah menerapkan kurikulum KKNI, yang tidak hanya menyiapkan mahasiswa untuk menjadi lulusan yang mampu bersaing dalam era pasar bebas dan MEA-Masyarakat Ekonomi ASEAN.

“Kami secara tegas menerapkan sanksi drop out bagi mahasiswa yang tidak aktif kuliah atau tidak memenuhi kewajibannya baik kewajiban administrasi maupun kewajiban keuangan,” tegasnya.

Oleh karena itu pesan Angelinus, waktu kuliah harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh seluruh mahasiswa sehingga bisa lulus tepat waktu dengan mendapatkan bekal keilmuan, karakter dan kecakapan yang memadai untuk bisa berperan serta dalam pembangunan bangsa.

Ditambahkannya, sejak tahun 2007, Unipa Maumere telah mendapatkan kepercayaan dari Ditjen Dikti Kemendikbud untuk mengelola dana Hibah Kompetisi Pengembangan Kapasitas dan Daya Saing Perguruan Tinggi.

Unipa juga bertekad ikut serta bersama komponen bangsa lainnya untuk berpartisipasi membangun komunitas intelektual untuk mendukung terwujudnya warga masyarakat serta bangsa, yang adil dan makmur berlandaskan moralitas yang baik.
[Ebed De Rosary]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: