SELASA, 30 AGUSTUS 2016

BANDUNG --- Harapan pemerintah pusat dalam penerapan kurikulum Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) untuk penerapan secara serentak di Perguruan Tinggi (PT) masih belum terwujud. Seperti halnya di Universitas Pasundan (Unpas). Saat ini baru empat Fakultas yang bisa menerapkannya. Diantaranya, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip), Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) dam Manajemen.


Wakil Rektor Bidang Akademik Unpas, Jaja Sutedja menyampaikan, pihaknya menargetkan tahun 2017 nanti, kurikulum KKNI bisa diterapkan secara menyeluruh. 

"Insyaallah tahun 2017 bisa diterapkan untuk semua fakultas," ungkap Jaja di kantornya, Jalan Setiabudi, Kota Bandung, Selasa (30/8/2016).

Diakuinya, untuk penerapan masih terdapat beberapa kendala dalam penerapannya. Salah satunya masalah sumber daya pendukung yang masih belum mendukung, yakni insfrastruktur.

Lalu, dalam penerapannya harus dibarengi dengan komunikasi dua arah. Antara dosen dan mahasiswa. Tidak bisa, lanjut dia, menekankan dosen saja yang menjadi tumpuan.

"Dalam KKNI ini harus student center learning," ucapnya.

Walaupun begitu, pihaknya akan terus berusaha menerapkannya. Seperti melakukan workshop dan kerjasama. Penerapan kurikulum KKNI akan bisa dirasa empat tahun kemudian.

"Sekitar 2020 kurikulum ini bisa terasa di pendidikan," pungkasnya.
[Rianto Nudiansyah]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: