SELASA, 23 AGUSTUS 2016

BANDUNG --- Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar menilai wacana menaikan harga rokok hingga Rp.50 ribu perlu dikaji dengan matang. Tentunya agar tak menimbulkan permasalahan baru yang berimbas kepada pendapatan masyarakat.


Menurutnya, bukan tak mungkin, andaikata harga rokok dinaikan angka kemiskinan semakin melonjak.

"Dilihat dampaknya seperti apa, harus dipelajari, sementara kita pengangguran masih banyak, kemiskinan tidak juga berubah, ini ada kemiskinan baru lagi yang timbul nanti," ujar Deddy, Selasa (23/8/2016).

Ia tak menampik, merokok memang membahayakan kesehatan. Tapi di sisi lain cukup banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari rokok. Namun apapun kebijakan pemerintah soal rencana menaikkan benderol rokok ini adalah pilihan. Dimana pilihannya antara kesehatan dan tingkat ekonomi masyarakat.

"Berapa banyak petani tembakau akan mati, berapa banyak juga mungkin pekerja pabrik, itu pilihan," ucapnya.

Pria karib disapa Demiz ini mengatakan, bisa saja kenaikan harga rokok tersebut merupakan kampanye pihak asing untuk menguasai pabrik rokok kretek di Indonesia. Jika memang benar seperti itu dia tak setuju apabila harga rokok dinaikan.

"Enggak tahu lah, ini persoalan politik, persoalan bisnis," jelasnya.
[Rianto Nudiansyah]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: