KAMIS, 11 AGUSTUS 2016

BANDUNG --- Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat, Dadan Ramdan Hardja menyampaikan, dalam penanganan sampah di Kota Bandung harus ada upaya jangka pendek dan jangka panjang. Salah satu upaya jangka panjang, harus memiliki masterplan untuk 20 hingga 30 tahun ke depan.


"Arah kebijakan dan upaya yang harus dilakukan adalah mengkombinasikan dan mengkolaborasikan komunitas dengan program pemerintah juga dengan peran dunia usaha yang memproduksi sampah itu sendiri," ujar Dadan, di Jalan Riau, Kota Bandung, Kamis (11/8/2016).

Dikatakan, setiap Pemerintah Kota (Pemkot) dan Pemerintah Daerah (Pemda) wajib menyusun arah kebijakan dalam bentuk masterplan.Hal tersebut sesuai dengan yang tertera Undang-Undang nomor 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah.

Dari situ tetera dengan jelas terkait sistem penanganan sampah dari mulai pendanaan hingga desnetralisasi.

"Sampah harus bisa dikurangi dimanfaatkan dikelola sedekat mungkin dengan sumber," ucapnya.

Selama ini sampah dikumpulkan, diangkut dan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dia menilai kultur terlalu mengandalkan TPA tersebut perlu segera dibenahi.

"Itu prinsip yang ada dalam masterplan pengelolaan sampah Kota Bandung," paparnya.

Lanjutnya, untuk mengatasi sampah ini pembinaan atau penyuluhan kepada masyarakat harus memyetuh hingga level Rukun Tetangga. Tidak Melulu Perusahaan Daerah (PD) Kebersihan yang turun tangan namun harus ada pupa campur tangan dari Dinas Pendidikan (Disdik).

"Harapannya ini bisa segera dibahas. Baik di parlemen, DPRD, Pemerintah Kota lewat SKPD BPLH, kimrum, atau Bina Marga," ujarnya.

Menurutnya, sampai saat ini Pemkot Bandung terlambat mempercepat legalisasi dari masterplan pengelolaan sampah. Ia mengira, justru cenderung praktek pengelolaan sampah banyak yang dilakukan oleh komunitas.

"Karena masterplan itu juga sudah banyak pihak sipil society yang memberi masukan terhadap kebijakan yang tertuang di dalamnya," tukasnya.
[Rianto Nudiansyah]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: